Pengertian, Manfaat Membuat Prototype Produk Untuk Ide Bisnis

Selamat datang dan berjumpa kembali bersama Lummatun, media bersama untuk belajar dunia usaha, marketing online, dan website.

Prototype adalah model yang dibuat sebagai contoh, sebelum dibuat produk aslinya.

Dalam dunia usaha, prototipe berarti tindakan untuk membuat dan menguji beberapa ide bisnis guna membantu kakak mengembangkan ide yang lebih tepat.

Prototipe dapat diterapkan dari beberapa aspek, seperti aplikasi android, mobil, makanan, pengalaman, jadwal kerja, presentasi, dan sebagainya.

Adapun manfaat membuat prototype adalah untuk mengetahui sesuatu yang berhasil dan gagal dengan cara mengujinya terlebih dahulu.

Setelah berulang kali membuat, dan menguji kakak akan tahu letak kesalahannya dan kemudian memperbaikinya.

Hal itu lebih baik daripada kakak langsung memproduksi namun nyatanya gagal dipasaran.

Kenapa perlu membuat prototype produk?

Karena kakak tidak akan tahu bagus atau tidaknya ide yang sudah dipikirkan kalau kakak sendiri tidak membuat contohnya terlebih dahulu. Bahkan, orang lainpun bisa memberi masukan yang lebih berguna, jika kakak sudah menyiapkan contoh.

Adapun tujuan membuat prototype adalah untuk mendapat masukan dari orang lain sehingga kakak bisa memperbaikinya supaya rencana bisnis bisa berhasil.

Contoh prototype.

Setelah kakak mengetahui apa itu prototype dan manfaatnya, sekarang akan saya contohkan untuk membuatnya.

Semisal, kakak ingin membuka rumah makan. Sebelum membuat menu restoran, buatlah dalam berbagai variasi sebagai uji coba kemudian meminta seseorang untuk mencobanya.

Berdasarkan komentar mereka, nantinya kakak bisa menyesuaikan resep makanan yang siap dihidangkan pada para pelanggan.

Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa pembuatan prototype perlu adanya tindakan.

Prinsip utamanya ada 3, yakni membuat, menguji, kemudian memperbaiki.

Begitupun seterusnya.

Kalau yang pertama gagal, kakak bisa mengulang kembali, membuat, menguji, dan memperbaiki sehingga sesuai dengan yang dibutuhkan.

Ketika rancangan ide sudah jelas, sekarang mencari tahu apakah ide tersebut dapat bekerja dengan baik.

Di tahap ini buatlah prototipe untuk mempelajari bagaimana calon pelanggan dapat menerima produknya kakak, kemudian memperbaikinya agar semakin sesuai dengan kebutuhan.

Yang menakjubkannya lagi, kakak bisa membuat prototipe walaupun ide atau rancangan belum siap sepenuhnya.

Intinya…

Ide apa saja bisa dibuat prototipe, bahkan ide yang sekecil apapun. Dengan membuat prototipe akan membantu kakak untuk terus mengembangkan ide.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.