Cara Mengelola, Mengatur, Mengukur Keuangan Usaha Dagang

Selamat datang dan berjumpa kembali bersama Lummatun, media untuk belajar bersama kaitan dunia usaha, marketing online, dan website.

Salah satu dampak negatifnya terlalu banyak pekerjaan yang harus dilakukan pemilik bisnis, adalah proses memantau keuangan bisnis yang sering terlupakan.

Terlebih, yang namanya akunting atau proses mencatat dan menyimpulkan kondisi keuangan seringkali dianggap sebagai momok yang menakutkan.

Padahal, akunting termasuk hal penting dalam dunia usaha, dan mudah dilakukan.

Untuk memahami akunting, kakak tidak diharuskan menguasai rumus dalam pembelajaran matematika. Prinsipnya, kakak cukup membiasakan diri untuk mengelola dan memahami kondisi keuangan.

Berikut ini Cara Mengukur, Mengelola dan Mengatur Keuangan Usaha Dagang, Bisnis Online dan Sebagainya:

1. Membuat Anggaran Bisnis.

Bukan rahasia lagi. Dunia usaha pasti membutuhkan waktu, kinerja, sumber daya, dan uang.

Agar suatu bisnis dapat berjalan lancar, dan sukses pada masanya, kakak perlu menentukan anggaran bisnis.

Kenapa?

Karena salah satu penyebab bisnis mengalami kegagalan, adalah disebabkan adanya biaya yang tidak terduga, tapi tidak ada persiapan dana untuk membayarnya.

Contoh kecilnya adalah Kang Mursi yang salah membeli bahan untuk pembuatan tas. Jika membeli lagi tentu pengeluaran bisnisnya akan membengkak.

Menentukan anggaran dapat membantu Kang Mursi untuk memprediksi biaya pengeluaran, kemudian membandingkannya dengan pengeluaran yang nyata. Yang artinya, Kang Mursi bisa memantau kondisi saat ini kaitan keuangannya.

Perlu diketahui bersama…

Membuat anggaran bisnis juga termasuk awal dari pengelolaan keuangan bisnis yang baik, supaya pengeluaran tidak sampai melenceng.

2. Memantau Neraca Keuangan Usaha.

Pertama, untuk mengatur keuangan bisnis perlu memantau neraca keuangan. Neraca keuangan adalah laporan kondisi keuangan bisnisnya kakak dalam satu periode tertentu.

Biasanya, neraca keuangan dibuat setiap akhir bulan, dan setiap tiga bulan.

Neraca keuangan mencakup hal-hal sebagai berikut:

  • kewajiban kakak yang harus dibayar.
  • Aset atau keuangan yang ada di bank.
  • Keuangan yang kakak miliki secara keseluruhan, seperti pendapatan, pengeluaran, dan modal usaha.

3. Memantau Laba Rugi Bisnis.

Selanjutnya adalah memantau laba rugi.

Kakak perlu membuat laporan keuangan yang mencakup, pemasukan, pengeluaran, dan semua biaya yang dibutuhkan dalam periode tertentu, serta membuat laporan yang menunjukkan seberapa banyak uang yang kakak dapatkan, dan kerugian yang kakak alami.

4. Memantau Uang Kas.

Langkah selanjutnya untuk mengatur keuangan usaha adalah memantau uang kas. Uang kas meliputi jumlah uang yang masuk dan keluar dari rekening bisnisnya kakak.

Oleh sebab itu, kakak perlu memiliki minimal dua rekening. Rekening satu untuk keperluan pribadi, dan satunya lagi khusus untuk keuangan bisnis.

Dan perlu diketahui..

Bisnis yang baik, dan sehat memiliki banyak uang kas.

Baca di sini panduan mengelola uang kas.

5. Membuat Jadwal Tugas Yang Harus dikerjakan.

Setelah kakak memahami tentang neraca keuangan, laporan laba dan rugi, dan laporan uang kas, sekarang waktunya kakak membuat jadwal untuk menyelesaikan tugas-tugas penting di atas.

Buatlah jadwal yang perlu dilakukan setiap harinya, mingguan, bulanan, dan tahunan. Lebih lengkapnya silahkan simak materi selanjutnya.

6. Membuat Tugas Harian.

Tugas harian mencakup memeriksa keadaan uang tunai, yakni jumlah uang tunai yang kakak miliki, tidak sebatas uang pengeluaran, dan kewajiban yang harus kakak bayarkan.

Kalau boleh saya kiyaskan, uang tunai ibarat bahan bakar pada kendaraan.

Jika bahan bakar suatu kendaraan terlalu sedikit, maka kendaraan tersebut bisa mogok tiba-tiba.

Begitu pula usaha yang kakak kelola bisa terhenti apabila kondisi uang tunai terlalu sedikit. Oleh sebab itu, tugas harian yang perlu diperhatikan adalah meriksa seberapa banyak uang tunai yang kakak miliki.

7. Membuat Tugas Mingguan.

Berikutnya adalah membuat tugas mingguan dengan mencatat semua transaksi, dan menyimpan semua bukti pembayaran.

Artinya, tagihan pelanggan, pembayaran, dan lain sebagainya perlu dicatat setiap minggunya. Kemudian semua bukti pembayarannya perlu disimpan sebagai dokumentasi.

Kakak bisa memanfaatkan aplikasi yang fungsinya untuk mencatat keuangan. Salah satu aplikasi yang saya rekomendasikan untuk mencatat keuangan adalah Buku Warung, karena fiturnya cukup lengkap dan mudah digunakan.

Selanjutnya, kakak perlu memperkirakan berapa uang tunai yang diperlukan dalam beberapa minggu, atau beberapa bulan kedepannya, sehingga kakak sudah menyiapkan uang untuk membayar tagihan, gaji karyawan, dan lain sebagainya.

8. Membuat Tugas Bulanan.

Kini waktunya memperhatikan tugas akunting bulanan yang perlu kakak lakukan, seperti mencatat, dan meneliti laporan laba-rugi di akhir bulan.

Awal bulan juga waktu yang sangat pas untuk memeriksa siapa yang belum membayar kakak, kemudian mengirim tagihan pengingat kepada mereka. Untuk mengirimkan pengingat tagihan, kakak bisa memanfaatkan aplikasi Buku Warung.

Yang tidak kalah pentingnya lagi adalah memeriksa stok produk setiap bulannya. Kakak bisa memesan ulang produk yang cepat terjual, dan produk yang kurang laku bisa diberi harga diskon.

Selanjutnya adalah membandingkan laporan laba-rugi dengan anggaran bulanan. Fungsinya untuk mengetahui seberapa besar pengeluaran modal, dan keuntungan yang kakak dapatkan dalam waktu sebulan.

9. Membuat Tugas Tahunan.

Selanjutnya melakukan tugas tahunan, yang meliputi tagihan pembayaran yang belum dilunasi, mengecek ketersediaan barang, dan menyiapkan laporan pajak.

A. Memperhatikan Tagihan Pembayaran Yang Belum dilunasi.

Tidak bisa dipungkiri.

Terkadang ada teman, tetangga, atau keluarga yang membeli produk tapi tidak membayar kontan, dengan kata lain berhutang dulu.

Ini perlu kakak perhatikan, dan ingatkan mereka dengan cara yang baik, dan sopan untuk melunasi pembayaran.

B. Mengecek Stok Produk.

Kemudian mengecek persediaan barang atau produk untuk mengetahui produk mana yang penjualannya menurun. Jika sudah diketahui produk apa yang kurang laku, kakak bisa mencermati apa penyebabnya.

Apa karena harga jual yang terlalu mahal, atau karena modelnya yang kurang diminati pelanggan?

Jika ini dibiarkan saja, tentu berpengaruh pada keuangan bisnis. Jadi solusinya adalah produk yang tidak laku bisa diberi harga diskon supaya menambah minat pelanggan untuk membelinya.

Dan hasil penjualannya dapat membantu keuangan kakak berputar kembali secara normal.

C. Melengkapi Laporan Pajak.

Yang sangat penting bagi bisnis kakak yang sudah wajib membayar pajak adalah melengkapi laporan pajak. Pelajari secara teliti kaitan laporan keuangan tahunan dan potongan pajak sebelum memberikannya pada akuntan untuk menandatanganinya.

10. Memisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha.

Tahukah kakak… Tidak sedikit orang yang memulai bisnisnya menggunakan keuangan pribadi.

Tapi ketika bisnisnya kakak sudah ada kemajuan, akan lebih baik jika kakak memisahkan keuangan pribadi dan bisnis, serta menyimpan dokumen-dokumen penting sebagai buktinya.

Manfaat pemisahan ini dapat membantu kakak untuk mengetahui secara jelas tentang jumlah pendapatan dari penjualan, jumlah uang yang dikeluarkan, kerugian, dan kondisi keuangan bisnis.

Manfaat lain jika memisahkan keuangan adalah untuk melindungi kakak dan bisnis ketika membayar pajak.

Nantinya kakak akan kesulitan membuat laporan pajak ketika kakak belum memiliki rekening khusus untuk bisnis. Yang bahayanya lagi kalau sampai salah menghitung, dampak negatifnya kakak bisa kelebihan membayar, atau didenda sebab kurang membayar pajak.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.