Tips Mengelola Uang Kas Demi Mempertahankan, Mengembangkan Bisnis

Selamat datang dan berjumpa kembali bersama Lummatun, tempatnya kita belajar bersama kaitan dunia usaha, marketing online, dan website.

Keuntungan dan arus kas termasuk dua komponen penting dalam dunia bisnis agar dapat sukses dan berkembang.

Tapi kedua komponen tersebut sangatlah berbeda. Keuntungan adalah pemasukan atau uang hasil penjualan produk atau jasa. Sedangkan arus kas adalah jumlah uang secara keseluruhan yang dimiliki bisnis.

Artinya, kakak sebagai pebisnis dituntut mampu mengatur uang kas sebaik mungkin, supaya bisa membayar gaji karyawan, membiayai pembuatan produk, dan lain sebagainya agar bisnis dapat berjalan lancar untuk mendapatkan keuntungan.

Contoh penggunaan uang kas sebagai berikut:

  1. Membayar ongkos produksi barang.
  2. Membeli Bahan Pokok.
  3. Membayar sewa tempat.
  4. Membayar gaji dan tunjangan karyawan.
  5. Membayar tukang servis jika terdapat alat atau mesin yang rusak.

Sekarang kakak sudah tahu perbedaan mendasar dari pengertian keuntungan, dan uang kas.

Tapi, ada bisnis yang mendapat pembayaran secara langsung setelah melakukan penjualan, dan ada bisnis yang perlu memproduksi barang terlebih dahulu, baru kemudian mendapat pembayaran.

Semisal, ada pemilik toko memesan tas wanita kepada Kang Mursi sebanyak 1.500 pcs.

Kang Mursi sangat senang, karena keuntungan yang akan didapatkannya lebih banyak. Kemudian dia sadar, kalau memproduksi tas sebanyak itu membutuhkan biaya yang lebih besar, seperti biaya untuk membeli bahan, aksesoris tas, membayar tukang jahit, dan sebagainya.

Pesanan yang meningkat tajam seperti itu dapat menyebabkan keadaan uang kas Kang Mursi menjadi berantakan, dan yang mengerikannya lagi jika Kang Mursi sampai mengalami krisis keuangan.

Tapi itu tidak akan terjadi apabila semenjak awal Kang Mursi sudah mengatur uang kas dengan baik.

Naahh, berikut ini Tips Membuat dan Mengelola Uang Kas Yang Baik agar Bisnis Mampu Berkembang:

1. Membuat Manajemen Informasi Uang Kas.

Manajemen adalah penggunaan sumber daya secara efektif supaya tepat sasaran. Manajemen informasi uang kas berarti aktifitas kakak mengumpulkan data yang diperlukan kaitan uang kas supaya kakak bisa mengambil keputusan secara tepat, dan menghindari kemelesetan dana.

Adapun pembuatan manajemen uang kas yang tepat adalah, membuat jadwal pembayaran, memisahkan rekening pribadi, dan bisnis, membuat laporan uang kas secara terperinci, dan memanfaatkan aplikasi akunting.

2. Membuat Jadwal Pembayaran.

Kini waktunya kakak membuat jadwal pembayaran, seperti memastikan waktunya konsumen membayar pesanan, menentukan waktu untuk membeli bahan pokok, gaji karyawan sehingga kakak sudah menyiapkan uang tunai terlebih dahulu untuk membayarnya.

Kembali ke cerita singkat di atas….

Kang Mursi mendapat pesanan tas wanita sebanyak 1.500 pcs.

Untuk menjaga uang kas tetap stabil, pertama yang perlu dilakukan Kang Mursi, adalah minta uang muka dari orang yang memesan tas.

Umumnya, besarnya uang muka yang perlu dibayar sebesar 50% dari harga produk yang dipesan.

Uang muka yang sudah dibayarkan dapat digunakan Kang Mursi untuk membayar tukang jahit, sedangkan kebutuhan lainnya, seperti bahan, dan aksesoris tas bisa menggunakan uang kas yang dimiliki Kang Mursi.

Dengan begitu, pengeluaran uang kas Kang Mursi tidak terlalu besar, karena sudah ada kesepakatan antara Kang Mursi dan pemesan tas.

3. Memisahkan Rekening Pribadi dan Bisnis.

Salah satu fungsi memisahkan rekening pribadi dan rekening bisnis adalah untuk memudahkan kakak membuat laporan pajak. Dengan begitu, kakak tidak sampai kurang atau kelebihan saat membayar pajak.

Manfaat lain ketika memisahkan rekening adalah supaya kakak tahu secara jelas mana uang yang akan digunakan dalam operasional bisnis, dan uang untuk keperluan pribadi.

Oleh sebab itu saya sarankan agar kakak punya dua rekening atau lebih.

4. Membuat Laporan Uang Kas Secara Terperinci.

Langkah selanjutnya adalah membuat laporan uang kas secara jelas, dan terperinci supaya kakak lebih mudah untuk menghitung dan membaginya.

Berikut beberapa catatan yang perlu dipisahkan

  • Membuat catatan khusus tentang pengeluaran, seperti bayar tempat, gaji karyawan, belanja, dan sebagainya.
  • Membuat catatan khusus tentang pemasukan.
  • Membuat catatan khusus tentang stok barang.

5. Menggunakan Aplikasi Pencatat Keuangan Kas.

Kalau hari gini masih mengandalkan buku tulis biasa untuk mencatat keuangan bisnis, menurut saya itu cara yang klasik, dan kurang fleksibel.

Coba pindah ke cara yang lebih modern.

Sekarang ada banyak pilihan software atau perangkat digital, yang fungsinya untuk mencatat uang kas dan bisa dijadikan sebagai laporan yang akurat.

Berikut beberapa perangkat digital atau aplikasi keuangan yang patut kakak coba:

  • Buku Warung.
  • Buku Kas.
  • Dompetku.
  • Dan lain-lain.

Silahkan kakak download salah satu aplikasi tersebut di Google Play Store.

Baca Pula > Cara Tepat Membuat Anggaran Bisnis.

6. Menghindari Kesalahan Saat Mengelola Keuangan.

Yang selanjutnya adalah menghindari kesalahan yang sering terjadi saat mengelola uang bisnis, karena salah satu faktor terbesar yang menyebabkan gagalnya suatu bisnis adalah keuangan bisnis yang berantakan, dan tidak teratur.

Adapun syarat mutlak supaya kakak bisa menghindari kesalahan dalam pengelolaan keuangan adalah dengan cara mengetahuinya.

Oleh sebab itu sudah saya siapkan materi yang berhubungan dengan Beberapa Kesalahan Saat Mengelola Uang. Silahkan dibaca.

Kiranya cukup sekian, dan bertanyalah lewat kolom komentar jika ada materi yang belum dipahami.

Terimakasih.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.