Panduan Lengkap Instal Plugin WooCommerce Untuk Toko Online

Selamat datang dan berjumpa kembali bersama Lummatun yang dijadikan sebagai media pembelajaran bisnis online, marketing, dan website.

Kali ini akan saya curahkan sedikit kekaguman saya pribadi terhadap platform WordPress, karena dapat diandalkan sebagai website perusahaan, sekolah, toko online, maupun blog pribadi.

Terlebih dengan hadirnya plugin WooCommerce, yang menjadi bagian penting dalam pengelolaan toko online sendiri. Semua program dan sistem yang berhubungan dengan jual beli online akan lebih mudah dikelola.

Tanpa memanjangkan waktu, berikut ini panduan lengkap cara instal plugin WooCommerce WordPress:

1. Instal plugin WooCommerce.

Pertama silahkan pasang plugin toko online WooCommerce dengan cara seperti gambar berikut

Pada kolom pencarian ketikkan kata kunci WooCommerce, kemudian klik Instal Sekarang.

2. Pengaturan Umum.

Sekarang melakukan pengaturan umum plugin WooCommerce. Pada bagian ini membuat alamat toko, dan menentukan lokasi penjualan dan pengiriman, menentukan jenis mata uang, dan sebagainya.

Jika tujuan penjualan dan pengiriman hanya untuk wilayah Indonesia, maka bisa diisi dengan Indonesia.

Tapi kalau kakak berencana menjual, dan mengirimkan produk ke semua negara maka bisa diatur seperti gambar di bawah:

Pada bagian pajak silahkan diaktifkan.

Pada bagian jumlah desimal silahkan diisi 0 atau 2. Kalau kakak mengisi 0 maka contoh hasilnya seperti ini 1.000 tapi kalau kakak memilih 2 maka contoh hasilnya seperti 1.000,00

Itu contoh yang nominal seribu rupiah.

Setelah itu klik simpan perubahan.

3. Pengaturan Produk.

Pada bagian ini yang kiranya perlu dirubah pada bagian Unit Berat. Jika beratnya produk yang kakak jual hanya hitungan gram, maka rubahlah unit berat menjadi Gram.

Perhatikan gambar supaya lebih jelas. Jadi diatur sendiri saja sesuai kebutuhan kakak.

4. Pengaturan Pajak.

Sekarang waktunya mengatur pajak plugin WooCommerce.

Pada bagian Harga dimasukkan dengan pajak silahkan pilih Tidak.

Pada bagian hitung pajak berdasarkan silahkan diisi dengan Alamat pengiriman pelanggan.

Pada bagian Kelas Pajak Pengiriman silahkan diisi dengan kelas pajak pengiriman berdasarkan item di keranjang.

Pada bagian pembatalan jangan dicentang.

Pada bagian kelas pajak tambahan dibiarkan saja seperti semula.

Pada bagian tampilkan harga di toko silahkan pilih sebelum pajak.

Pada bagian tampilkan harga di halaman keranjang dan checkout silahkan pilih sebelum pajak.

Pada bagian sufiks tampilan harga dibiarkan saja seperti semula N/A.

Pada bagian tampilkan pajak total silahkan pilih terperinci.

Setelah itu klik simpan perubahan.

5. Pengaturan Pengiriman.

Pada bagian ini kita akan menambahkan zona pengiriman. Fungsinya adalah agar ongkos pengiriman dapat dikalkulasikan secara otomatis oleh sistem sesuai dengan alamat pembeli.

Untuk membuatnya silahkan klik Tambahkan Zona Pengiriman.

Setelah itu kita perlu memberi nama Zona. Boleh dibuat sesuka hati. Nama yang saya contohkan di sini adalah Lummatun.

Pada bagian wilayah Zona diisi saja Indonesia, jika target pelanggan kakak mencakup seluruh wilayah Indonesia. Kakak juga boleh menambahkan Zona Wilayah Luar Negeri.

Setelah itu klik Tambahkan Metode Pengiriman.

Tampilan selanjutnya seperti gambar di bawah. Pilih saja Tarif Tetap. Kemudian klik Tambahkan Metode Pengiriman.

6. Pengaturan Pembayaran.

Selanjutnya adalah mengatur metode pembayaran. Ada tiga pilihan yang ditawarkan plugin WooCommerce, seperti metode pembayaran dengan cara tranfer bank langsung, pembayaran cek, dan bayar di tempat atau biasa disebut sebagai COD.

Silahkan pilih sesuai kebutuhan kakak.

Selanjutnya adalah mengaktifkan pembayaran ditempat atau COD untuk meningkatkan penjualan.

Caranya perhatikan gambar di atas. klik saja kelola pada bagian bayar di tempat.

Tampilan selanjutnya kurang lebih seperti gambar berikut. Setelah itu klik simpan perubahan.

7. Pengaturan Akun.

Sekarang mengatur akun untuk pembeli atau konsumen.

Pada bagian Checkout Tamu pilihlah Izinkan pelanggan melakukan pemesanan tanpa akun, supaya semua orang yang berkunjung ke website toko online WooCommerce bisa melakukan Checkout meskipun belum punya akun.

Pada bagian pembuatan akun, yang saya sarankan pilihlah ketika membuat akun, buat otomatis nama pengguna akun untuk pelanggan berdasarkan nama, nama belakang, dan email mereka.

Tapi kakak boleh mengatur sesuai kebutuhan. Tidak harus sama persis dengan gambar di bawah.

8. Pengaturan Email.

Notifikasi email yang dikirim dari WooCommerce tercantum di bagian ini. Kakak juga bisa mengedit kalimat yang akan muncul di email konsumen, menghubungkan domain dengan email, dan sebagainya.

9. Pengaturan Integrasi.

Sebenarnya pada bagian ini boleh dikosongkan, dan menurut saya tidak perlu menggunakan Layanan Geolokasi MaxMind. Tapi semuanya dikembalikan lagi dengan kebutuhan kakak.

10. Pengaturan Lanjutan.

Di sini kakak bisa mengubah beberapa kalimat, dan mengubah tata letak toko. Saran saya buatlah kalimat dengan bahasa yang padat dan jelas.

Yang disarankan lagi adalah buatlah halaman tentang syarat dan ketentuan supaya toko online WooCommerce kakak lebih profesional, dan lebih meyakinkan calon konsumen.

Alhamdulillah, sampai sini sudah berhasil dan bertanyalah lewat komentar jika ada materi yang belum dipahami.

Terimakasih.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.