8 Kesalahan Mengelola Uang Bisnis yang Sering Terjadi dan Cara Menghindarinya

Selamat datang dan berjumpa kembali bersama Lummatun sebagai media untuk belajar bersama kaitan dengan dunia usaha, marketing online dan Website.

Profesi Kang Mursi selama ini sebagai reseller pakaian. Banyak konsumen merasa puas ketika belanja dengannya. Bahkan, semakin kesini jualannya semakin laris, dan akhirnya dia punya keinginan untuk memproduksi pakaian supaya punya bisnis sendiri.

Terlebih, keinginannya Kang Mursi didukung penuh oleh keluarga, saudara, dan teman-temannya.

Jika seperti itu, langkah terbaik yang perlu dilakukan Kang Mursi untuk memulai bisnisnya adalah bekerjasama dengan seseorang yang profesinya sebagai tukang jahit, membuat rencana bisnis, dan menyiapkan anggaran iklan untuk mencari pelanggan baru.

Kenapa?

Karena kang Mursi perlu realistis atau bersifat wajar, dan memulai bisnis dengan skala kecil terlebih dahulu, tidak terburu-buru membeli peralatan, seperti mesin jahit karena hal itu bisa menyebabkan pengeluaran Kang Mursi terlalu banyak.

Seandainya Kang Mursi langsung membeli mesin jahit yang harganya tidak murah, berarti di langkah awal dia sudah melakukan kesalahan.

Untungnya, kakak akan belajar cara yang benar dengan mempelajari kesalahan yang harus dihindari.

8 Kesalahan Saat Mengelola Uang Bisnis dan Cara Menghindarinya.

Berikut ini beberapa kesalahan ketika mengelola uang usaha yang patut diketahui

1. Terburu-buru berinvestasi terlalu banyak.

Meskipun kakak punya banyak uang, dan tahu kalau yang namanya bisnis membutuhkan modal, Tapi termasuk kesalahan serius jika kakak terburu-buru melakukan investasi terlalu besar, karena hal ini bisa menyebabkan kegagalan usaha.

Contoh

Rencananya Kang Mursi ingin merekrut temannya yang biasa menjahit pakaian untuk bekerja dengannya. Tapi, temannya tidak punya mesin jahit sendiri karena selama ini dia bekerja di konveksi.

Kemudian Kang Mursi mulai berinvestasi dengan cara membeli mesin jahit seharga 3 jutaan, supaya temannya bisa membantunya untuk memproduksi pakaian.

Itu termasuk kesalahan besar.

Seharusnya, Kang Mursi mengajak temannya yang sudah punya mesin jahit sendiri. Jadi, uang yang 3 juta tersebut bisa digunakan untuk ongkos jahit, dan membeli bahan yang diperlukan.

Pada tahap pertama, akan lebih baik jika Kang Mursi fokus untuk mendapatkan pelanggan, dan memantau perkembangan bisnisnya, daripada menghabiskan banyak uang untuk membeli peralatan yang belum begitu dibutuhkan.

Oleh sebab itu, kakak perlu sabar, fokus pada penjualan, mencari pelanggan baru, dan jangan terburu-buru berinvestasi terlalu banyak.

2. Mengharapkan Penjualan yang Terlalu Tinggi.

Kesalahan berikutnya yang sering terjadi adalah mengharapkan penjualan yang terlalu tinggi.

Melanjutkan kisah di atas.

Sekarang Kang Mursi sudah punya pakaian yang siap dipasarkan. Dia menjual pakainya di toko online Shopee, dan membayar iklan Shopee sebesar satu juta rupiah dengan harapan penjualnya dapat meningkat secara drastis.

Seharusnya Kang Mursi bersikap realistis. Jika dia mengeluarkan uang satu juta rupiah untuk mendapatkan pelanggan dari Shopee, yang saya tanyakan sebagai berikut:

Apakah hasil penjualannya bisa untuk menggantikan uang sejuta tersebut?

Apakah kang Mursi sudah mendapat untung dari penjualannya?

Ini perlu dipertimbangkan secara matang. Seandainya kakak punya rencana pemasaran online yang harus membayar, seperti beriklan di Shopee, buatlah anggaran, dan menghitung harga produk.

Semisal, ketika belum beriklan di Shopee kakak sudah mendapat untung 5.000 dari harga produk 35.000.

Ketika sudah membayar iklan satu juta rupiah, yang perlu kakak lakukan adalah merubah harga produk yang awalnya 35.000 menjadi 45.000. Yang 10.000 sebagai anggaran iklan atau mengganti biaya iklan.

Sudahkah dimengerti?

Kesimpulannya, kakak jangan mengharapkan penjualan yang terlalu tinggi, tapi tidak menyiapkan anggaran untuk biaya pemasaran.

3. Pengelolaan Keuangan Kas yang Buruk.

Studi kasus menyimpulkan, 82% yang menyebabkan kegagalan bisnis adalah karena pengelolaan uang kas yang berantakan, tidak teratur, dan buruk.

Uang kas adalah kekayaan atau modal usaha secara keseluruhan.

Jika kakak sendiri tidak mengontrol jumlah pengeluaran, pemasukan, dan keuntungan, apakah mungkin usahanya kakak nantinya mampu berjalan sukses, dan berkembang ?

Oleh sebab itu, memahami keadaan uang kas, dan mengaturnya dengan baik dan tepat perlu dipelajari lebih dalam.

Perhatikanlah apa saja yang perlu dibayarkan, kapan waktunya untuk membayar, dan berapa keuntungan yang didapatkan.

Bedakan pula antara uang kas dan keuntungan.

Seperti penjelasan di atas, uang kas adalah kekayaan, atau modal usaha secara keseluruhan. Sedangkan keuntungan adalah uang yang masuk dari hasil penjualan.

Lebih mendetail kaitan dengan uang kas, silahkan baca Tips Mengelola Uang Kas, dan semoga mudah dipahami, bermanfaat bagi kita semua.

4. Menentukan Harga Produk Tanpa Melakukan Riset.

Kesalahan lainnya adalah menetapkan harga produk, tapi tidak melakukan riset terlebih dahulu.

Seandainya kakak membuat harga terlalu mahal, tentunya banyak calon konsumen yang tidak jadi membelinya. Seumpama harganya terlalu rendah, dari mana kakak mendapat keuntungan?

Pastinya kakak tahu, di sana sudah banyak orang yang punya usaha sama seperti usahanya kakak. Supaya kakak mampu bersaing dengan mereka, perhatikanlah harga yang mereka tetapkan.

Kunci utamanya bukan memberi harga yang lebih murah. Tapi, jadikanlah produk, dan layanan yang kakak miliki punya nilai lebih bagi pelanggan.

Semisal, kualitas jahitan produknya pesaing biasa saja. Jadi, produk yang kakak miliki diusahakan punya kualitas jahitan yang lebih baik, rapi, kuat, dan bahannya nyaman dipakai.

Semisalnya lagi, respon mereka cukup lama ketika menjawab pertanyaan yang diajukan pelanggan. Sebisa mungkin, kualitas pelayanan kakak ditingkatkan lebih baik lagi dengan cara memberi respon cepat, ramah, jujur, dan siap membantu supaya pelanggan merasa puas ketika membeli produknya kakak.

5. Mencampur Uang Pribadi dan Bisnis.

Kesalahan berikutnya adalah mencampur keuangan pribadi dan bisnis, sehingga tidak mengetahui kondisi uang kas secara akurat.

Kakak membutuhkan biaya hidup, seperti biaya untuk makan keluarga, pendidikan anak, dan lain-lain. Kakak bisa membiayai itu semua dari hasil penjualan.

Tapi, kedepannya kakak akan kesulitan mengembangkan usaha kalau tidak memisahkan kebutuhan bisnis, dan kebutuhan pribadi.

Kakak tidak akan tahu biaya yang harus dikeluarkan, berapa pemasukan, dan seberapa besar keuntungan yang didapatkan.

Dengan begitu, buatlah dua rekening yang berbeda.

Rekening satu untuk keuangan pribadi, dan satunya lagi untuk mengelola keuangan bisnis. Hal ini akan memudahkan kakak untuk membuat catatan, laporan, membuat batasan, sehingga kakak akan tahu kondisi keuangan bisnis lebih tepat dan akurat.

6. Tidak Meminta Keringanan Pajak.

Ini bagi pebisnis yang usahanya sudah kena pajak. Terkadang, diantara mereka banyak yang tidak meminta keringanan pajak, dan hal ini termasuk kesalahan yang sering terjadi.

Salah satu kelebihan ketika punya bisnis sendiri adalah pemerintah membebaskan kakak untuk mencatat atau mendokumentasikan pengeluaran bisnis, sehingga kakak bisa minta keringanan pajak.

Contoh, pengeluaran bisnis Kang Mursi meliput perbaikan mesin jahit, yang tentunya harus membayar tukang servis.

Dari catatan atau dokumentasi seperti inilah Kang Mursi dapat mengajukan untuk mendapat keringanan membayar pajak.

7. Tidak Berinvestasi Kembali ke Bisnis.

Kita sudah membahas tentang larangan berinvestasi terlalu besar pada bisnis. Namun, suatu kesalahan juga jika usaha kakak sudah berjalan, tapi tidak berinvestasi kembali.

Kenapa?

Karena berinvestasi pada bisnis yang sudah berjalan termasuk faktor yang menyebabkan adanya perkembangan, dan kesuksesan bisnis yang kakak kelola.

Kumpulkan dana sedikit demi sedikit dari keuntungan yang sudah kakak dapatkan. Hasilnya bisa digunakan untuk menambah karyawan, membeli peralatan baru yang dibutuhkan, dan sebagainya.

Bahkan, saya sarankan agar kakak punya website karena sangat membantu untuk mengembangkan bisnis, dan bisnisnya kakak terlihat lebih profesional.

8. Mengikuti Nafsu Tapi Tidak Membuat Anggaran.

Keinginan kuat dalam menciptakan bisnis memang penting, tapi kesalahan besar jika hanya memperkuat nafsu tanpa didasari anggaran yang tepat.

Tanpa pengetahuan dasar tentang keuangan, dan tanggung jawab bisnis, kakak akan mudah membuat keputusan yang kurang tepat.

Karenanya, buatlah anggaran terperinci sebagai arah berjalannya bisnis, seperti anggaran modal utama, dan anggaran pengeluaran.

Catatlah semua pengeluaran sebagai dokumentasi, dan sebagai tolak ukur perkembangan suatu bisnis. Siapkan pula dana cadangan untuk menangani biaya yang tidak terduga, supaya perjalanan bisnis tidak terganggu.

Lebih lengkapnya silahkan baca Tips Sederhana Membuat Anggaran Bisnis.

Cukup sekian, dan terimakasih.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.