Selamat datang dan berjumpa kembali bersama Lummatun, sebagai media untuk belajar bersama kaitan dunia usaha, marketing online, dan website.
Akan saya ceritakan kepada kakak tentang teman saya yang punya keahlian menjahit pakaian.
Sebut saja dia, Kang Mursi.
Bertahun-tahun lamanya dia bekerja di salah satu perusahaan tekstil ternama.
Pengalamannya dia selama bekerja di sana tentu meningkatkan kualitasnya dalam bidang jahit menjahit pakaian. Dia mulai berpikir lebih jauh dan pingin punya usaha sendiri.
Keinginannya itu semakin kuat, karena dia punya teman satu pekerjaan yang bernama Kang Joni. Keahlian kang Joni dalam menjahit pakaian sudah sangat baik, dan tidak diragukan lagi.
Kang Mursi juga punya teman bernama Kang Masruri yang keahliannya dalam bidang mendesain pakaian, dan jaringan Kang Masruri juga cukup luas karena dia aktif di berbagai organisasi.
Pertanyaan..
Menurut kakak, Kang Mursi lebih cocok bekerjasama dengan Kang Joni, atau Kang Masruri?
Jika kakak penasaran dengan jawabannya silahkan baca materi ini sampai selesai, dan siapkan kopi hangat untuk menemani kakak membaca supaya suasana terasa lebih santai, dan nikmat.

Daftar Isi Pembahasan.
8 Tips Memilih Mitra Bisnis yang Tepat
Berikut ini cara cerdas dan baik memilih mitra bisnis yang tepat demi keberlangsungan usaha:
1. Pilih Mitra Bisnis yang Punya Keahlian Berbeda.
Pengalaman kang Mursi dalam jahit menjahit pakaian sudah cukuplah lama. Begitu pula Kang Joni yang hampir lima tahun lebih bersama kang Mursi bekerja di perusahaan yang sama.
Tentu, keahlian dan pengalaman mereka berdua seimbang.
Seandainya Kang Mursi berencana mengelola usaha sendiri, dan kemudian merekrut Kang Joni sebagai mitra bisnisnya, maka itu pilihan yang kurang tepat.
Kenapa?
Karena dunia usaha tidak hanya fokus dengan satu pekerjaan.
Masih banyak pekerjaan-pekerjaan lainnya yang harus dilakukan, dan diantaranya adalah urusan produksi, pemasaran, pengelolaan keuangan, dan lain sebagainya.
Apabila kang Mursi menjadikan Kang Joni sebagai mitra bisnisnya, siapa yang menjadi desainer pakaian, dan pemasaran?
Sedangkan mereka berdua ahlinya sama-sama dalam bidang menjahit pakaian.
Oleh sebab itu, calon mitra yang tepat bagi Kang Mursi, adalah Kang Masruri.
Kang Mursi bisa dijadikan sebagai desainer pakaian, dan difokuskan pada pemasaran. Sedangkan Kang Mursi fokus pada produksi atau menjahit. Dengan begitu, mereka berdua saling melengkapi karena keahliannya sudah berbeda.
2. Memperhatikan Kenyamanan Saat Bekerja.
Selanjutnya adalah rasa nyaman.
Apakah kakak merasa nyaman jika bermitra dengannya?
Kakak tidak harus bersahabat dekat dengannya. Tapi, kakak akan menghabiskan banyak waktu bersamanya.
Berikut ini beberapa ciri calon mitra yang mengurangi rasa nyaman saat bekerja.
- Suka merendahkan pekerjaan atau usaha orang lain.
- Keputusan atau pendapatnya dianggap selalu benar.
- Tidak bisa diajak kompromi, dan merasa diatur-atur jika ada tugas tertentu.
Perlu diketahui, rasa nyaman saat bekerja berpengaruh besar terhadap kesuksesan dan tujuan usaha. Oleh sebab itu, pilihlah calon mitra yang kakak merasa nyaman bersamanya.
3. Percaya Pada Kemampuan, dan Komitmen Mitra bisnis.
Kakak akan terikat dengannya secara hukum dan finansial, oleh sebab itu kakak perlu percaya pada kemampuan, dan komitmennya.
Apakah kemampuannya sudah cukup untuk membantu berjalannya usaha?
Apakah komitmennya bisa menguntungkan bersama, atau justru sebaliknya, kakak akan dirugikan karena dia tidak punya komitmen, atau tidak bertanggung jawab jika melakukan kesalahan.
Sangat bahaya jika kakak sampai memilih mitra kerja yang tidak punya komitmen. Bisa jadi, dia langsung meniggalkan bisnis yang sedang dikelola jika suatu saat terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
4. Memperhatikan Gaya Kerja Calon Mitra.
Selanjutnya, perhatikan gaya kerjanya kakak, dan apakah gaya kerjanya dia sama dengan kakak?
Semisal, Kang Mursi lebih tertarik menjahit pakaian klasik, sedangkan Kang Masruri lebih suka mendesain model pakaian terbaru dan kekinian.
Perbedaan seperti itu bisa menimbulkan konflik karena mereka berdua punya selera yang berbeda-beda.
Akan tetapi, perbedaan yang semacam itu tidak harus membatalkan kemitraan bisnis. Kalian berdua perlu mendiskusikan perbedaan tersebut, dan mencari solusi agar tetap bekerjasama dengan baik.
5. Memilih Mitra yang bisa diajak Kompromi.
Mampu berkomunikasi dengan baik dan pandai mencari solusi terbaik atas perbedaan yang ada termasuk hal penting dalam kemitraan bisnis.
Sebelum kakak menentukan seorang mitra, pertimbangkan dulu cara dia ketika menangani konflik dan apakah gaya komunikasinya sesuai yang kakak harapkan?
Terkadang, ada seseorang yang gaya komunikasinya cenderung emosional, dan pembicaraannya tidak terkontrol sehingga membuat keadaan menjadi resah, dan tidak nyaman.
Kakak tentunya tahu..
Perbedaan pendapat pada nantinya pasti ada.
Oleh sebab itu kakak membutuhkan mitra yang bisa berkompromi dengan baik, dan bertutur kata yang jujur.
Seharusnya, kakak dan dia harus bisa memberi masukan atau mengkritik satu sama lain tanpa rasa canggung sedikitpun.
Yang intinya, kalian berdua harus sadar, dan jangan merasa bahwa pendapatnya kakak paling benar.
6. Memilih Seseorang Yang Punya Visi dan Misi yang Sama.
Setelah kakak dan calon mitra sudah saling percaya, dan bisa diajak kompromi, langkah berikutnya adalah menentukan visi, dan misi yang sama, karena kesuksesan akan sulit diraih apabila tujuan usahanya sudah berbeda.
Semisal, prinsipnya kang Mursi yang penting pelanggannya merasa puas dengan memberikan pelayanan terbaik, kualitas produk diutamakan, dan mau mengganti produk yang tidak sesuai.
Sedangkan keinginannya Kang Dail adalah
yang penting mendapat untung, dan tidak mengutamakan kepuasan pelanggan.
Jika seperti itu, kemitraan Kang Mursi, dan Kang Dail tidak akan cocok dijalankan karena ditengah perjalanan akan ada bentrok.
Karenanya, pilihlah calon mitra yang visi dan misinya sama dengan kakak demi kesuksesan dan keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.
7. Mengenali Mitra Lebih Dalam.
Setelah kakak menemukan seseorang yang dijadikan mitra bisnis memiliki visi yang sama, sekarang saatnya mengetahui lebih dalam tentang dirinya.
Apakah dia pernah berbisnis?
Jika pernah, cari tahu seperti apa hasilnya.
Seperti apa pendapat orang yang pernah bekerjasama dengannya?
Nanti, kakak akan tahu seperti apa kinerja, dan hasil karyanya.
Tanyakan juga kepada orang yang pernah bekerja dengannya tentang kepribadian, gaya kerja, keahlian, dan kelemahannya.
Jika ada sesuatu yang tidak disukai, cari tahu apa sebabnya.
Kemudian, mencermati pula profil media sosial onlinenya. Bagaimana dirinya menampilkan aktifitas di depan publik.
Dari sinilah, kakak akan tahu siapa dirinya, karena biasanya, perilaku di media online menggambarkan jati dirinya di dunia nyata.
8. Menentukan Kesepakatan Bisnis.
Setelah menentukan siapa orangnya yang akan dijadikan mitra, langkah selanjutnya adalah menentukan kesepakatan bisnis.
Kakak bisa memberi atau mengusulkan beberapa kesepakatan yang berhubungan dengan hal-hal penting seperti perjanjian dalam kemitraan bisnis.
Saling percaya saat menjalani usaha bersama memang penting, tapi kakak tetap harus membuat perjanjian secara tertulis. Isinya bisa tentang pembagian keuntungan, modal yang digunakan, dan siapa pemilik perusahaan yang akan dijalankan.
Selain itu, pikirkan juga pembagian saham dan keuntungan, dan bagaimana ketentuannya jika salah satu dari kalian keluar dari perusahaan.
Yang tidak kalah pentingnya lagi adalah, berkonsultasi dengan pengacara sebelum menandatangani ketentuan apapun. Dengan begitu, pengacara tadi bisa menjelaskan konsekuensi hukumnya, sehingga kalian berdua bisa memahaminya.
Cukup sekian dan semoga mudah dipahami. Silahkan baca panduan mendapatkan ide bisnis yang baru.
Terimakasih.






