Cara Riset Keyword Gratis dan Berbayar untuk Pemula
Salah satu fondasi utama dalam SEO adalah riset keyword. Tanpa riset keyword yang tepat, kita bisa saja menulis banyak artikel tapi tidak ada yang mencari atau membaca. Jadi, sebelum membuat konten, penting untuk mengetahui kata kunci apa yang banyak dicari orang dan bagaimana tingkat persaingannya.
Manfaat Riset Keyword
- Mengetahui apa yang sedang dicari orang
- Membantu menentukan topik konten yang tepat
- Menghindari topik yang tidak ada pencarinya
- Meningkatkan peluang artikel muncul di halaman pertama Google
- Mengarahkan trafik yang lebih relevan ke website
Langkah-Langkah Riset Keyword Gratis
1. Gunakan Google Search Suggestions
Coba ketik satu kata di Google, misalnya “cara merawat kulit”. Google akan langsung menampilkan saran pencarian di bawahnya. Itu semua adalah keyword yang benar-benar dicari orang.
2. Cek Bagian “People Also Ask” dan “Penelusuran Terkait”
Setelah kamu cari sesuatu di Google, scroll sedikit ke bawah. Di sana akan ada bagian “Orang juga bertanya” dan “Penelusuran yang terkait”. Ini juga bisa jadi inspirasi keyword tambahan.
3. Gunakan Ubersuggest
Ubersuggest (https://neilpatel.com/ubersuggest/) adalah salah satu tool riset keyword gratis. Cukup ketikkan topik, nanti kamu bisa lihat:
- Volume pencarian
- Tingkat kesulitan SEO
- Saran keyword lain
Versi gratis memang terbatas, tapi cukup berguna untuk pemula.
4. Gunakan Google Trends
Google Trends (https://trends.google.com/) memperlihatkan tren pencarian dari waktu ke waktu. Ini berguna untuk mengetahui apakah sebuah keyword sedang naik daun atau mulai menurun popularitasnya.
5. Manfaatkan Keyword Surfer (Ekstensi Chrome)
Ekstensi ini akan langsung menampilkan estimasi volume pencarian tiap kali kamu googling. Jadi kamu bisa dapat insight tanpa perlu membuka website tambahan.
Cara Riset Keyword dengan Tools Berbayar
Jika kamu ingin hasil yang lebih mendalam, akurat, dan bisa melihat kompetitor, tools berbayar bisa jadi pilihan. Beberapa yang paling populer:
1. Ahrefs
Ahrefs punya fitur “Keyword Explorer” yang sangat kuat. Kamu bisa melihat:
- Keyword ideas
- Volume pencarian global/lokal
- Tingkat kesulitan keyword (KD)
- Keyword yang digunakan kompetitor
2. SEMrush
SEMrush juga sangat lengkap untuk keyword research. Kamu bisa lihat keyword utama dan keyword turunan, termasuk analisis kompetitor.
3. KWFinder (Mangools)
KWFinder punya antarmuka yang simpel dan cocok untuk pemula. Kamu bisa lihat:
- Keyword suggestion
- Volume
- Tren pencarian
- SEO difficulty
4. Moz Keyword Explorer
Moz memberikan skor kesulitan keyword dan juga menunjukkan potensi klik organik, yang bisa membantu kita memilih keyword yang lebih efektif.
Tips Memilih Keyword yang Tepat
- Pilih keyword dengan volume pencarian yang cukup (tidak terlalu kecil)
- Hindari keyword yang persaingannya terlalu tinggi jika website kamu masih baru
- Gunakan keyword long tail (lebih spesifik), misalnya: “cara merawat wajah berminyak untuk remaja”
- Perhatikan maksud pencarian (apakah orang ingin beli, belajar, atau hanya cari tahu)
Penutup
Riset keyword bukan hal yang rumit, tapi memang butuh latihan dan ketelitian. Sebagai pemula, kamu bisa mulai dari yang gratis dulu. Kalau nanti sudah serius dan ingin hasil yang lebih maksimal, baru pertimbangkan tools berbayar.
Yang penting, jangan asal menulis artikel tanpa tahu apakah ada yang mencarinya. Dengan riset keyword yang tepat, kamu tidak hanya menulis lebih efisien, tapi juga membuka peluang lebih besar untuk masuk halaman pertama Google.