Cara Menentukan Keyword Utama dan Turunan untuk Artikel
Menentukan keyword utama dan turunan adalah langkah penting dalam membuat artikel SEO-friendly. Tujuannya supaya artikelmu mudah ditemukan orang lewat pencarian Google. Tapi banyak orang masih bingung gimana caranya.
Nah, berikut penjelasan lengkapnya dengan bahasa yang santai dan mudah dipahami.
1. Pahami Dulu Apa Itu Keyword Utama dan Turunan
- Keyword utama adalah kata kunci inti yang jadi fokus utama dari artikelmu. Biasanya satu frasa yang mewakili topik utama.
- Keyword turunan adalah variasi atau kata-kata yang masih berkaitan dengan keyword utama, tapi lebih spesifik atau berbeda bentuk.
Contoh:
Kalau keyword utamanya “cara merawat kulit wajah”, maka keyword turunannya bisa seperti:
- cara merawat kulit wajah kering
- perawatan wajah alami di rumah
- tips kulit glowing tanpa skincare mahal
Keyword turunan membantu Google memahami konteks artikelmu secara lebih luas, dan membuat artikelmu bisa muncul di berbagai jenis pencarian.
2. Tentukan Topik Utama Artikelmu
Sebelum nyari keyword, kamu harus tahu dulu mau bahas apa. Contohnya kamu mau nulis tentang perawatan wajah, maka tentukan tujuan artikelnya dulu. Misalnya:
- Memberi tips
- Memberi panduan
- Menyediakan rekomendasi produk
Semakin jelas tujuannya, semakin mudah mencari keyword yang relevan.
3. Riset Keyword Utama dengan Tools Gratis
Untuk mencari keyword utama, kamu bisa pakai beberapa tools gratis seperti:
- Google Search: Ketik topikmu, lalu lihat saran otomatis dari Google.
- Google Related Searches: Lihat bagian bawah halaman pencarian, itu semua ide keyword.
- Ubersuggest (by Neil Patel): Masukkan topik, dan kamu akan dapat ide keyword lengkap dengan volume pencarian.
- Keywordtool.io atau Answer the Public juga bisa jadi alternatif.
Tips: Pilih keyword yang volume pencariannya cukup tinggi, tapi kompetisinya tidak terlalu berat.
4. Pilih Keyword Utama yang Paling Sesuai
Dari hasil riset, pilih satu keyword yang paling cocok dijadikan fokus artikel. Pertimbangkan:
- Apakah keyword itu relevan dengan isi artikelmu?
- Apakah orang yang mencari keyword itu kemungkinan besar butuh informasi seperti yang kamu tulis?
- Apakah kamu bisa membahas keyword itu secara lengkap?
Misalnya dari hasil riset kamu dapat ini:
- cara merawat kulit wajah (10.000 pencarian/bulan)
- tips kulit glowing alami (3.000 pencarian/bulan)
- skincare untuk kulit wajah kering (1.500 pencarian/bulan)
Kalau tujuanmu bikin artikel panduan umum, keyword utama yang cocok adalah: cara merawat kulit wajah.
5. Tentukan Keyword Turunan atau Pendukung
Setelah punya keyword utama, sekarang waktunya cari keyword turunannya. Caranya:
- Cari variasi keyword yang mengandung kata serupa
- Lihat pertanyaan atau topik yang berkaitan dengan keyword utama
- Gunakan tools seperti Google People Also Ask, LSI Graph, atau fitur “Penelusuran yang berhubungan dengan…” di Google
Contohnya keyword turunannya bisa:
- cara merawat wajah secara alami
- langkah merawat wajah yang benar
- skincare routine pagi dan malam
- penyebab kulit wajah kusam
Keyword turunan ini bisa kamu jadikan subjudul (H2, H3) dalam artikel, atau disisipkan secara alami dalam paragraf.
6. Perhatikan Penempatan Keyword
Setelah dapat keyword utama dan turunannya, pastikan kamu menyebar keyword dengan tepat di:
- Judul artikel
- Paragraf pertama
- URL (jika kamu bikin blog/website sendiri)
- Subjudul
- Meta description
- Beberapa kali di isi artikel secara alami
Tapi jangan terlalu sering mengulang keyword, karena bisa dianggap spam oleh Google. Fokuslah menulis artikel yang enak dibaca dan membantu pembaca, bukan sekadar penuh kata kunci.
Kesimpulan
Menentukan keyword utama dan turunannya itu penting, tapi nggak perlu rumit. Cukup pahami topikmu, lakukan riset dengan tools gratis, dan pilih kata kunci yang relevan serta banyak dicari orang. Setelah itu, susun artikelmu dengan alur yang alami, dan sisipkan keyword sesuai porsinya. Dengan cara ini, peluang artikelmu muncul di halaman atas Google akan jauh lebih besar.