Guest post adalah kegiatan menulis dan mempublikasikan artikel di website milik orang lain, biasanya dengan mencantumkan nama penulis, informasi singkat tentang dirinya, dan satu atau dua link yang mengarah ke website miliknya sendiri.
Dalam dunia marketing, guest post sering digunakan sebagai cara untuk membangun reputasi online, menjangkau audiens baru, dan meningkatkan otoritas website melalui backlink.
Contoh sederhananya begini: kamu punya website tentang fashion, lalu kamu menulis artikel tentang “Tren Baju Lebaran” dan artikel itu dimuat di blog milik brand pakaian ternama. Di dalam artikel itu kamu menyisipkan link ke salah satu halaman di website-mu. Nah, itu yang disebut guest post.
Kenapa Guest Post Banyak Digunakan?
Guest post bukan cuma soal berbagi tulisan. Ini adalah salah satu strategi dalam SEO (Search Engine Optimization) untuk membangun backlink yang berkualitas tinggi. Website yang mendapatkan banyak backlink dari situs lain yang kredibel akan dianggap lebih penting oleh Google. Akhirnya, peringkat di hasil pencarian bisa meningkat.
Selain itu, guest post juga bisa memperluas jangkauan brand kamu. Saat artikelmu muncul di website lain yang punya banyak pembaca, kamu bisa memperkenalkan diri ke audiens baru yang sebelumnya mungkin belum mengenalmu.

Pengaruh & Manfaat Guest Post terhadap SEO:
- Meningkatkan Otoritas Domain (Domain Authority)
Google memperhitungkan seberapa banyak dan seberapa berkualitas link yang mengarah ke website-mu. Guest post di website yang punya reputasi bagus bisa membantu meningkatkan otoritas domain. Semakin tinggi otoritasmu, semakin besar peluang website-mu muncul di halaman pertama Google. - Menambah Backlink Berkualitas
Backlink dari website yang relevan dan punya reputasi baik dianggap sebagai “suara kepercayaan” oleh Google. Tapi backlink harus dibangun secara alami. Guest post membantu kamu mendapatkan backlink yang tidak terlihat spam atau manipulatif. - Mendatangkan Traffic Baru
Kalau kamu menulis artikel yang menarik dan ditayangkan di website yang ramai pengunjung, bisa jadi pembaca akan mengunjungi website-mu lewat link yang kamu cantumkan. Ini adalah traffic potensial yang bisa berubah jadi pelanggan. - Meningkatkan Personal Branding dan Kredibilitas
Menulis di website terkenal menunjukkan bahwa kamu punya keahlian di bidang tertentu. Ini penting kalau kamu ingin membangun reputasi sebagai ahli atau pemilik bisnis yang serius. - Membantu Mesin Pencari Mengenali Topik Utama Website-mu
Link yang kamu sisipkan dalam guest post biasanya menggunakan anchor text (kata-kata yang bisa diklik). Jika kamu menautkan kata kunci yang sesuai dengan topik utamamu, mesin pencari jadi lebih mudah memahami isi dan relevansi website-mu.
Tips Guest Post Yang Efektif Untuk Seo.
1. Cari Website yang Relevan dengan Topikmu
Jangan asal pilih website untuk mengirimkan guest post. Pilih situs yang isinya sejalan dengan topik websitemu. Misalnya, kalau kamu punya blog tentang fashion, cari website yang membahas lifestyle, fashion, atau kecantikan. Ini penting agar backlink yang kamu dapat relevan dan benar-benar bernilai di mata Google.
2. Siapkan Artikel yang Relevan.
Meskipun website tempat kamu menulis guest post punya topik yang berbeda dengan websitemu, itu bukan masalah, selama artikel yang kamu kirim tetap nyambung dan relevan dengan konten yang ingin kamu promosikan.
Misalnya, kamu punya website tentang bisnis online, lalu kamu menulis guest post di blog parenting. Artikelmu bisa tetap relevan kalau kamu bahas topik seperti “Cara Ibu Rumah Tangga Memulai Usaha dari Rumah” dan menyisipkan link ke konten bisnismu.
Intinya, bukan topik utama website tujuannya yang harus sama persis, tapi isi artikel guest post-nya harus logis dan nyambung ke konten yang kamu arahkan. Dengan begitu, backlink tetap terlihat alami dan tidak dipaksakan.
3. Utamakan Website yang Berkualitas
Website yang kamu tuju sebaiknya punya reputasi baik, pengunjung yang aktif, dan domain authority yang tinggi. Hindari website yang isinya asal-asalan, penuh iklan, atau terlihat dibuat hanya untuk jualan backlink. Google bisa menilai kualitas tempat kamu mendapatkan backlink.
4. Baca dan Ikuti Panduan Penulisan Guest Post
Setiap website biasanya punya aturan sendiri tentang panjang artikel, gaya bahasa, jumlah link yang diizinkan, dan sebagainya. Baca baik-baik sebelum mengirim agar peluang tulisanmu diterima lebih besar.
5. Fokus pada Kualitas Konten
Tulis artikel yang benar-benar bermanfaat, bukan sekadar untuk menaruh link. Gunakan data, opini yang kuat, atau pengalaman pribadi agar lebih menarik. Ingat, semakin bagus artikelnya, semakin besar peluang dibaca dan dibagikan orang lain.
6. Gunakan Anchor Text yang Natural
Saat menyisipkan link ke website-mu, gunakan kata-kata yang alami dan sesuai konteks. Jangan terlalu banyak menggunakan kata kunci yang dipaksakan. Misalnya, daripada menulis “klik di sini untuk toko baju murah”, lebih baik pakai “kami juga pernah membahas tren baju wanita murah di artikel ini”.
7. Jangan Terlalu Banyak Menaruh Link
Cukup satu atau dua link saja dalam satu artikel. Kalau terlalu banyak, bisa terlihat mencurigakan dan mengurangi nilai backlink. Prioritaskan halaman di website-mu yang paling ingin kamu promosikan.
8. Perhatikan Struktur Artikel
Buat artikel yang enak dibaca: ada pembukaan yang jelas, isi yang runtut, dan penutup yang ringkas. Pakai subjudul jika perlu. Ini membuat artikelmu terlihat profesional dan mudah dipahami oleh pembaca maupun pemilik website.
9. Bangun Hubungan Baik dengan Pemilik Website
Jangan langsung kirim artikel tanpa memperkenalkan diri. Kirim email yang sopan dan jelas. Setelah artikelmu diterbitkan, ucapkan terima kasih dan tetap jaga komunikasi. Siapa tahu kamu bisa menulis lagi di kemudian hari.
10. Promosikan Artikel Guest Post-mu
Setelah artikel terbit, bantu sebarkan lewat media sosial atau email. Ini bukan hanya membantu pemilik website, tapi juga bisa mendatangkan lebih banyak traffic ke link yang kamu cantumkan.
11. Jangan Fokus Hanya pada SEO
Meskipun tujuannya adalah mendapatkan backlink, tetap utamakan nilai artikel bagi pembaca. Kalau orang suka dengan tulisanmu, mereka akan tertarik mengunjungi website-mu tanpa perlu diarahkan secara langsung.
Catatan Penting
Guest post memang bermanfaat, tapi harus dilakukan secara etis dan tidak berlebihan. Google bisa mendeteksi jika backlink dibuat secara massal dan tidak alami. Jadi, kualitas jauh lebih penting dibanding kuantitas. Lebih baik kamu punya lima guest post di website yang bagus daripada puluhan guest post di website yang asal-asalan.
Kesimpulan
Guest post adalah strategi SEO yang masih relevan dan efektif, asalkan dilakukan dengan cara yang benar. Melalui guest post, kamu bisa membangun backlink, meningkatkan kredibilitas, memperluas audiens, dan mengarahkan traffic ke website-mu. Kuncinya adalah memilih tempat yang tepat, menulis dengan sungguh-sungguh, dan selalu fokus pada nilai tambah bagi pembaca.
Pembahasan Penting Lainnya.
Perbedaan Guest Post dan Sponsored Post.
Dalam dunia pemasaran digital, terutama yang berhubungan dengan SEO dan branding, istilah guest post dan sponsored post sering muncul. Keduanya sama-sama melibatkan penulisan artikel di website orang lain, tapi sebenarnya punya perbedaan yang cukup jelas dari sisi tujuan, biaya, kontrol konten, dan efek jangka panjangnya.
Kalau kamu baru mulai membangun website atau brand, penting banget untuk tahu perbedaan keduanya agar kamu bisa memilih strategi yang paling tepat.
Seperti penjelasan di atas, guest post adalah artikel yang ditulis oleh seseorang (biasanya pemilik bisnis, blogger, atau penulis lepas) dan dimuat di website milik orang lain. Artikel ini biasanya ditulis secara sukarela, bukan karena dibayar, tapi sebagai bentuk kolaborasi atau saling menguntungkan.
Tujuan utamanya adalah membangun kredibilitas, memperkenalkan diri ke audiens baru, dan mendapatkan backlink berkualitas ke website pribadi atau bisnis kamu.
Sponsored post adalah artikel berbayar yang dipublikasikan di website atau blog orang lain. Biasanya, pemilik brand membayar agar artikelnya bisa ditayangkan, baik itu berupa ulasan produk, rekomendasi, atau promosi tertentu.
Tujuan utamanya adalah untuk mempromosikan brand atau produk, memperluas jangkauan pemasaran, dan kadang juga untuk mendapatkan backlink. Bedanya, karena ini artikel berbayar, kamu bisa punya kontrol lebih besar atas isi artikel dan bagaimana produkmu ditampilkan.
Misalnya, sebuah brand skincare membayar seorang beauty blogger untuk menulis ulasan jujur tentang produk baru mereka, dan artikel tersebut dipublikasikan dengan tag “sponsored”. Itulah contoh sponsored post.
Apa Saja Perbedaannya?
1. Biaya
- Guest post umumnya gratis, atau dilakukan secara sukarela sebagai pertukaran manfaat.
- Sponsored post harus membayar kepada pemilik website atau blog.
2. Tujuan Utama
- Guest post fokus pada membangun kredibilitas dan backlink untuk SEO.
- Sponsored post fokus pada promosi langsung dan jangkauan audiens.
3. Kontrol atas Isi Artikel
- Guest post biasanya mengikuti gaya bahasa dan aturan penulisan dari website tujuan.
- Sponsored post bisa dikendalikan sepenuhnya oleh brand, karena mereka membayar.
4. Label Transparansi
- Guest post sering tidak diberi label khusus.
- Sponsored post biasanya diberi label “sponsored”, “iklan”, atau “konten berbayar” agar transparan ke pembaca.
5. Dampak terhadap SEO
- Guest post bisa memberikan backlink dofollow, asalkan situs yang dituju memperbolehkan.
- Sponsored post kadang diberi link nofollow karena dianggap promosi berbayar (sesuai pedoman Google).
Mana yang Lebih Baik?
Tidak ada yang benar-benar lebih baik, semua tergantung tujuanmu.
Kalau kamu ingin membangun reputasi jangka panjang dan mendapatkan backlink alami, guest post lebih cocok. Tapi kalau kamu ingin meningkatkan penjualan dalam waktu cepat atau mengenalkan produk baru, sponsored post lebih efektif.
Banyak brand besar menggunakan keduanya secara seimbang. Misalnya, mereka membangun kepercayaan lewat guest post di media ternama, sambil menjalankan sponsored post di blog yang audiensnya spesifik sesuai target pasar mereka.
Kesimpulan
Guest post dan sponsored post sama-sama bermanfaat, tapi punya peran yang berbeda. Guest post lebih ke arah membangun otoritas dan relasi jangka panjang, sementara sponsored post fokus pada promosi dan jangkauan cepat.
Kalau kamu ingin strategi digitalmu lebih kuat, idealnya kamu memanfaatkan keduanya secara bijak, sesuai dengan anggaran dan tujuan bisnis yang ingin dicapai.
Cara Menulis Bio Penulis yang Meyakinkan dalam Guest Post.
Bio penulis atau author bio adalah bagian kecil di akhir artikel guest post yang berisi informasi singkat tentang siapa penulisnya. Di sinilah kamu memperkenalkan dirimu kepada pembaca website orang lain. Biasanya, di bagian ini juga kamu bisa menyisipkan satu link ke website atau media sosial pribadimu.
Meskipun terlihat sepele, bagian bio ini sebenarnya sangat penting. Bukan hanya untuk memperkenalkan diri, tapi juga untuk membangun kredibilitas dan menarik pembaca agar mengunjungi website atau mengikuti akunmu.
Kenapa Bio Penulis Itu Penting?
- Memberi tahu siapa kamu dan apa keahlianmu
- Menambah rasa percaya dari pembaca
- Jadi tempat kamu menyisipkan link ke website-mu secara alami
- Meningkatkan personal branding, terutama jika kamu rutin menulis di berbagai website
Kalau bagian ini ditulis dengan baik, pembaca bisa merasa lebih dekat dan menganggap kamu layak dipercaya. Itu artinya, mereka lebih mungkin untuk mengeklik link yang kamu sertakan.
Apa yang Harus Ditulis dalam Bio Penulis?
Bio penulis tidak perlu panjang. Biasanya cukup 2 sampai 3 kalimat saja. Yang penting, isinya jelas dan menarik. Berikut elemen-elemen yang bisa kamu masukkan:
- Nama dan profesi atau bidang keahlianmu
Contoh: “Rina adalah seorang penulis konten SEO dan digital marketer yang telah membantu berbagai bisnis online meningkatkan traffic mereka.” - Apa yang kamu kerjakan atau passion-mu saat ini
Contoh: “Saat ini, Rina fokus membangun blog edukatif seputar pemasaran digital untuk UMKM.” - Ajak pembaca untuk mengunjungi website atau profilmu
Contoh: “Kamu bisa membaca tulisan-tulisan lainnya di [namablog.com] atau ikuti Rina di Instagram untuk tips marketing lainnya.”
Tips Menulis Bio Penulis yang Meyakinkan
- Sesuaikan dengan audiens website tujuan
Kalau kamu menulis di blog parenting, gunakan bahasa yang ramah dan santai. Kalau di website bisnis atau teknologi, gunakan gaya yang lebih profesional. - Tampilkan keahlian yang relevan
Tulis keahlian yang berkaitan dengan topik artikel. Ini akan membuat kamu terlihat lebih kredibel di mata pembaca. - Gunakan kalimat yang jelas dan singkat
Hindari kalimat panjang atau bahasa yang terlalu formal. Gunakan bahasa yang mengalir, seolah kamu sedang memperkenalkan diri langsung ke pembaca. - Sisipkan link secara alami
Kalau kamu menaruh link ke website-mu, pastikan tidak terlihat seperti iklan. Gunakan kalimat yang halus dan tidak memaksa. - Hindari terlalu banyak promosi
Ingat, ini bukan tempat untuk jualan. Fokusnya adalah membangun hubungan dan kepercayaan.
Contoh Bio Penulis yang Baik
“Kang Mursi adalah seorang content writer yang fokus pada topik SEO dan bisnis online. Ia rutin berbagi insight dan tips seputar digital marketing di website pribadinya, lummatun.com.”
Kesimpulan.
Bio penulis dalam guest post mungkin terlihat kecil, tapi punya peran besar dalam membangun kepercayaan dan menarik pengunjung ke platform milikmu. Gunakan bagian ini untuk memperkenalkan diri dengan jujur, sederhana, dan menarik.
Kesalahan Umum dalam Guest Posting dan Cara Menghindarinya.
Guest post memang strategi yang cukup populer untuk meningkatkan SEO, membangun backlink, dan memperluas jangkauan audiens. Tapi sayangnya, banyak orang yang melakukannya dengan cara yang salah.
Akibatnya, bukan manfaat yang didapat, malah bisa merusak reputasi website di mata mesin pencari.
Berikut ini adalah beberapa kesalahan umum dan bagaimana cara menghindarinya:
1. Menulis Hanya untuk Dapat Backlink
Ini adalah kesalahan yang paling sering dilakukan. Fokusnya cuma pada bagaimana bisa menyisipkan link, bukan pada kualitas kontennya. Akibatnya, artikel yang dikirim jadi terkesan asal-asalan, tidak punya nilai bagi pembaca, dan kemungkinan besar akan ditolak oleh pemilik website.
Cara menghindarinya:
Utamakan menulis konten yang benar-benar bermanfaat. Anggap guest post sebagai kesempatan untuk membangun kredibilitas, bukan hanya cari backlink. Kalau tulisannya bagus, link akan ikut dianggap natural oleh Google.
2. Tidak Memahami Audiens Website Tujuan
Banyak orang menulis artikel tanpa melihat siapa audiens dari website yang dituju. Misalnya, website tersebut fokus pada parenting, tapi kamu malah kirim artikel soal investasi saham. Tentu saja ini tidak nyambung dan berisiko ditolak.
Cara menghindarinya:
Luangkan waktu untuk membaca beberapa artikel yang sudah terbit di website tersebut. Lihat gaya bahasanya, topik yang sering dibahas, dan jenis audiens yang ditargetkan. Sesuaikan ide artikelmu agar lebih relevan.
3. Tidak Membaca Panduan Guest Post
Beberapa website menyediakan panduan khusus untuk kontributor. Isinya bisa mencakup panjang artikel, jumlah link yang diizinkan, format pengiriman, atau topik yang diperbolehkan. Tapi banyak yang langsung mengirim artikel tanpa membaca panduan itu.
Cara menghindarinya:
Selalu cari dan baca halaman “Write for Us” atau “Guest Post Guidelines” sebelum mengirim tulisan. Ikuti semua aturan yang ditetapkan agar tulisanmu tidak langsung ditolak hanya karena teknis.
4. Terlalu Banyak Menyisipkan Link
Salah satu kesalahan yang cukup fatal adalah menaruh terlalu banyak link ke website sendiri dalam satu artikel. Hal ini bisa dianggap sebagai spam, dan pemilik website kemungkinan besar akan menghapus link tersebut atau menolak artikelmu.
Cara menghindarinya:
Cukup sisipkan satu atau dua link saja, dan pastikan link tersebut memang relevan dengan isi artikel. Letakkan secara alami dalam kalimat, jangan terlalu dipaksakan.
5. Mengirim Artikel yang Sudah Pernah Dipublikasikan
Beberapa orang mencoba mengirim artikel yang sudah pernah tayang di website mereka sendiri, atau bahkan di tempat lain. Ini termasuk duplikat konten dan jelas-jelas akan ditolak oleh pemilik website yang serius menjaga kualitas kontennya.
Cara menghindarinya:
Tulis artikel yang benar-benar baru dan original. Jangan pakai copy-paste, bahkan jika kamu hanya mengubah sedikit. Jika kamu ingin membahas topik yang sama, olah lagi dengan sudut pandang yang berbeda.
6. Terlalu Promosi dalam Artikel
Konten yang terlalu menonjolkan produk atau jasa sendiri bisa membuat pembaca merasa terganggu. Apalagi kalau bahasa promosinya terlalu berlebihan. Ini membuat artikel terlihat seperti iklan, bukan artikel informatif.
Cara menghindarinya:
Berikan informasi yang netral dan edukatif. Kamu boleh menyebutkan bisnis atau produkmu, tapi jangan berlebihan. Fokuslah pada solusi atau nilai yang bisa kamu bagikan ke pembaca.
7. Mengabaikan Kualitas Penulisan
Tulisan yang penuh typo, tidak rapi, atau sulit dipahami bisa membuat reputasimu menurun. Pemilik website juga tidak akan mau mempublikasikan artikel dengan kualitas buruk, meskipun isinya bagus.
Cara menghindarinya:
Selalu cek ulang tulisanmu sebelum dikirim. Gunakan struktur paragraf yang jelas, bahasa yang sesuai dengan target pembaca, dan hindari kalimat yang terlalu bertele-tele. Kalau perlu, minta orang lain untuk membacanya terlebih dahulu.
8. Tidak Menjalin Hubungan Setelah Guest Post Diterbitkan
Setelah artikelnya tayang, banyak orang langsung diam dan tidak berinteraksi lagi. Padahal, ini adalah kesempatan bagus untuk membangun koneksi jangka panjang dengan pemilik website.
Cara menghindarinya:
Tetap jaga komunikasi. Ucapkan terima kasih, bantu promosikan artikel tersebut di media sosial, dan tetap terbuka untuk kolaborasi berikutnya. Ini bisa membuka peluang guest post lainnya di masa depan.
Kesimpulan.
Hal ini bisa jadi strategi yang sangat efektif jika dilakukan dengan cara yang benar. Jangan hanya mengejar backlink. Fokuslah pada kualitas, relevansi, dan nilai tambah untuk pembaca. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, kamu bisa membangun reputasi yang baik dan mendapatkan manfaat maksimal dari setiap guest post yang kamu lakukan.
Apakah Guest Post Masih Efektif di Tahun Ini?
Google terus memperbarui cara mereka menilai kualitas website dan backlink. Dulu, semakin banyak backlink yang kamu punya, semakin besar peluang websitemu naik di pencarian. Tapi sekarang, Google lebih selektif. Mereka menilai kualitas link, bukan hanya jumlahnya.
Google juga sudah beberapa kali memberi peringatan soal guest post yang dipakai hanya untuk manipulasi backlink. Jika artikel dibuat hanya sekadar “titip link”, tanpa memperhatikan nilai informatifnya, maka backlink dari guest post itu bisa dianggap tidak natural, bahkan bisa dianggap spam.
Jadi, guest post memang masih bisa berdampak, tapi tidak bisa dilakukan asal-asalan.
Guest Post yang Masih Efektif Itu Seperti Apa?
- Diterbitkan di Website Berkualitas
Guest post masih sangat bernilai jika kamu menulis di website yang punya reputasi bagus, pembaca aktif, dan niche yang sesuai dengan topik websitemu. - Kontennya Memberi Nilai Tambah
Artikel guest post yang informatif, menarik, dan relevan akan tetap dihargai baik oleh pembaca maupun mesin pencari. Kalau pembaca merasa terbantu, kemungkinan mereka akan klik link ke website-mu secara alami. - Tidak Terlalu Fokus pada Link
Kalau satu artikel isinya hanya promosi dan banyak link ke websitemu, itu bisa dianggap manipulatif. Tapi kalau hanya satu link yang relevan, dan penempatannya natural dalam konteks tulisan, itu akan jauh lebih aman dan efektif. - Disertai Bio Penulis yang Meyakinkan
Kalau website tempat kamu menulis memperbolehkan bio penulis, gunakan itu untuk memperkenalkan dirimu secara profesional. Ini membantu membangun personal branding sekaligus kepercayaan pembaca.
Guest Post Bukan Lagi Sekadar Backlink.
Di tahun ini, mindset dalam membuat guest post sebaiknya bergeser. Jangan fokus semata-mata untuk mengejar backlink. Lihat guest post sebagai cara untuk:
- Menunjukkan keahlian di bidang tertentu
- Membangun hubungan dengan komunitas atau pemilik website lain
- Menjangkau audiens baru yang relevan
- Mengarahkan traffic yang benar-benar tertarget ke website kita
Kalau kamu bisa memanfaatkan guest post sebagai sarana berbagi dan bukan sekadar promosi, maka manfaatnya akan jauh lebih terasa, bahkan dalam jangka panjang.
Kesimpulan.
Ya, guest post masih efektif di tahun ini, tapi cara mainnya sudah berbeda. Kualitas jauh lebih penting daripada kuantitas. Google sudah lebih pintar dalam menilai mana konten yang benar-benar membantu pembaca dan mana yang hanya ditulis untuk keperluan SEO semata.
Kalau kamu fokus membuat konten yang kuat, menargetkan website yang tepat, dan membangun relasi yang baik dengan pemilik media, guest post akan tetap menjadi salah satu strategi SEO yang kuat dan relevan hingga saat ini.
Cara Mencari Website yang Menerima Guest Post.
Kalau kamu tertarik menulis guest post, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari website yang memang membuka kesempatan untuk penulis tamu. Tapi mencari website seperti ini tidak bisa asal-asalan. Harus tepat, relevan dengan topikmu, dan punya kualitas yang baik.
Berikut ini penjelasan lengkapnya:
1. Gunakan Google dengan Kata Kunci Tertentu
Ini adalah cara paling sederhana tapi cukup ampuh. Kamu bisa menggunakan kata kunci khusus (disebut search operator) di Google untuk menemukan situs yang menerima guest post. Berikut beberapa contoh kata kuncinya:
keyword + "tulis untuk kami"keyword + "guest post"keyword + "submit artikel"keyword + "kontributor tamu"keyword + "menjadi penulis tamu"
Misalnya kamu ingin menulis tentang dunia parenting, kamu bisa cari:
parenting "tulis untuk kami"
atau
parenting "guest post"
Nanti akan muncul daftar website yang punya halaman khusus untuk menerima tulisan dari luar.
2. Cek Blog Kompetitor atau Influencer di Niche-mu
Lihat blog milik kompetitor atau influencer di bidang yang sama. Kadang mereka menulis di website lain dan mencantumkan link ke blog mereka. Dari situ kamu bisa tahu ke mana saja mereka pernah menulis guest post, lalu kamu bisa coba ikut mengirimkan juga.
Cara menemukannya bisa dengan mencari nama mereka di Google dan menambahkan kata kunci seperti:
"oleh [nama penulis]"
atau
"written by [nama]"
Kamu juga bisa lihat di profil media sosial atau halaman “tentang saya” mereka. Biasanya mereka akan mencantumkan artikel yang pernah mereka tulis di website lain.
3. Cari di Forum atau Grup Khusus Blogger
Banyak komunitas blogger atau penulis yang sering berbagi peluang guest post. Kamu bisa bergabung di grup Facebook, komunitas Telegram, atau forum diskusi yang membahas SEO, content marketing, atau niche spesifik yang kamu minati.
Di sana sering ada yang membuka peluang kolaborasi guest post, saling tukar tulisan, atau bahkan menawarkan daftar blog yang menerima penulis tamu.
4. Gunakan Tools SEO
Kalau kamu punya akses ke tools seperti Ahrefs atau SEMrush, kamu bisa mencari tahu dari mana kompetitor kamu mendapatkan backlink. Biasanya salah satu sumber backlink mereka adalah guest post.
Kamu tinggal masukkan URL website kompetitor, lalu lihat daftar backlink-nya. Jika ada blog yang terlihat sebagai tempat menulis tamu, kamu bisa kunjungi dan coba cari tahu apakah mereka juga membuka kesempatan untuk penulis lain.
5. Kunjungi Blog di Direktori atau Marketplace Guest Post
Beberapa website menyusun direktori blog yang menerima guest post. Ada yang gratis, ada juga yang berbayar. Meskipun harus hati-hati dalam memilih, ini bisa jadi cara cepat untuk menemukan puluhan blog sekaligus.
Contoh tempat yang bisa dicoba:
- MyBlogGuest (dulu populer meski sekarang tidak seaktif dulu)
- GuestPost.com
- Blogger lokal yang mengumpulkan daftar blog yang membuka kontributor
Kamu juga bisa cari artikel yang membahas “daftar blog yang menerima guest post” di niche tertentu. Biasanya banyak blogger yang membagikan daftarnya secara gratis.
6. Langsung Tawarkan ke Blog yang Kamu Suka
Kalau kamu punya blog favorit, meskipun mereka tidak menyebutkan bahwa mereka menerima guest post, kamu tetap bisa mencoba menghubungi mereka secara langsung. Kirim email yang sopan, perkenalkan dirimu, dan tawarkan ide artikel yang sesuai dengan isi blog mereka.
Banyak blogger yang terbuka menerima tulisan tamu asalkan kontennya relevan, orisinal, dan bermanfaat untuk pembaca mereka.
7. Gunakan Media Sosial
Coba cari di Twitter, LinkedIn, atau bahkan TikTok. Gunakan kata kunci seperti “menerima guest post” atau “guest post opportunity”. Kadang blogger atau pemilik website mengumumkan di sana saat mereka butuh kontributor.
Kesimpulan.
Mencari website yang menerima guest post memang butuh usaha, tapi bisa dilakukan dengan cara yang sederhana dan masuk akal. Kuncinya adalah relevansi, kualitas, dan pendekatan yang sopan. Mulailah dari website yang kamu kenal, gunakan Google dengan strategi yang tepat, dan jangan ragu menjalin koneksi dengan pemilik blog lain.