Course Content
Belajar Ilmu Marketing Untuk Pemula Sampai Sukses
0/38
Belajar Ilmu Marketing Untuk Pemula Sampai Sukses

Menciptakan Citra yang Jelas di Benak Konsumen (Positioning).


Apa Itu Positioning? Positioning adalah bagaimana sebuah produk, merek, atau perusahaan ingin dikenali dan diingat oleh konsumen dalam pikiran mereka, dibandingkan dengan produk atau merek pesaing. Dengan kata lain, positioning adalah cara untuk menciptakan citra yang kuat di benak konsumen sehingga mereka memilih produk atau merek kamu daripada yang lainnya.

Mengapa Positioning Itu Penting? Di pasar yang penuh dengan pilihan, konsumen sering kali bingung dalam memilih. Oleh karena itu, positioning membantu mereka untuk membuat keputusan dengan mudah, karena produk atau merek yang diposisikan dengan baik memiliki tempat khusus di pikiran konsumen.

Langkah-langkah untuk Menciptakan Positioning yang Jelas

  1. Menentukan Keunggulan Kompetitif (Competitive Advantage)
    • Untuk memposisikan produk dengan jelas, kamu harus mengetahui apa yang membedakan produk atau merek kamu dari pesaing. Keunggulan ini bisa berupa kualitas produk, harga, fitur unik, pelayanan pelanggan yang lebih baik, atau pengalaman yang berbeda.
    • Contoh: Apple memposisikan dirinya dengan menekankan inovasi, desain premium, dan pengalaman pengguna yang mulus. Keunggulannya ada pada kualitas dan diferensiasi produknya.
  2. Kenali Audiens dan Kebutuhan Mereka
    • Untuk membuat posisi yang tepat, kamu harus memahami siapa target pasar kamu. Apa yang mereka butuhkan dan inginkan? Apa masalah yang mereka hadapi yang bisa diselesaikan oleh produk kamu?
    • Contoh: Jika produkmu adalah alat kebugaran, audiens yang kamu targetkan adalah mereka yang peduli dengan kesehatan dan kebugaran. Kamu bisa memposisikan produk sebagai solusi cepat dan efektif bagi orang-orang sibuk yang ingin tetap bugar.
  3. Tentukan Nilai yang Ditawarkan (Value Proposition)
    • Value proposition adalah manfaat utama yang akan diterima konsumen dari produk atau merek kamu. Ini adalah alasan utama mengapa mereka harus memilih produkmu dibandingkan pesaing.
    • Contoh: Produk skincare yang mengklaim “Mencerahkan kulit dalam 7 hari” memposisikan dirinya dengan memberikan janji yang spesifik, langsung mengatasi kebutuhan konsumen yang menginginkan kulit lebih cerah dengan cepat.
  4. Buat Pernyataan Positioning yang Jelas
    • Setelah mengetahui keunggulan produk dan kebutuhan audiens, buatlah pernyataan positioning yang jelas. Pernyataan ini biasanya mencakup siapa audiensnya, manfaat utama, dan alasan mengapa produk kamu lebih baik daripada pesaing.
    • Format yang umum digunakan adalah:
      • Untuk [target audiens] yang [kebutuhan atau masalah], [produk] adalah [kategori produk] yang [manfaat utama]. Dibandingkan dengan [pesaing], [produk] menawarkan [keunggulan kompetitif].
    • Contoh:
      • “Untuk wanita sibuk yang ingin merawat kulit tanpa banyak waktu, [produk] adalah skincare yang mudah digunakan yang memberikan hasil maksimal. Dibandingkan dengan produk lain, [produk] memberikan hasil dalam waktu singkat tanpa efek samping.”
  5. Komunikasikan Positioning Secara Konsisten
    • Positioning yang telah ditentukan harus diterjemahkan ke dalam setiap elemen pemasaran, mulai dari kemasan, iklan, hingga interaksi dengan pelanggan. Semua pesan yang disampaikan ke konsumen harus konsisten dan memperkuat posisi yang telah dibangun.
    • Contoh: Jika produk kamu diposisikan sebagai premium dan mewah, maka visual, bahasa, dan tone dalam komunikasi pemasaran juga harus mencerminkan hal tersebut. Kemasan, situs web, hingga iklan televisi harus memiliki kesan yang elegan dan eksklusif.
  6. Uji dan Evaluasi Positioning Secara Berkala
    • Positioning bukan sesuatu yang statis. Pasar dan kebutuhan konsumen terus berubah, jadi penting untuk mengevaluasi dan menyesuaikan posisi produk jika diperlukan. Lakukan riset pasar secara rutin untuk melihat apakah konsumen masih memandang produkmu seperti yang kamu harapkan.
    • Contoh: Jika pasar berubah dan konsumen lebih tertarik pada keberlanjutan, kamu mungkin perlu memposisikan ulang produkmu sebagai ramah lingkungan dan berkelanjutan, jika itu sesuai dengan nilai yang kamu tawarkan.

Contoh Positioning yang Sukses:

  • Coca-Cola vs Pepsi
    • Coca-Cola memposisikan dirinya sebagai simbol kebahagiaan dan perayaan. Dalam iklannya, Coca-Cola sering menunjukkan momen kebersamaan yang penuh kegembiraan, seperti saat liburan atau acara keluarga.
    • Pepsi, di sisi lain, memposisikan dirinya sebagai minuman yang lebih muda dan energik, lebih cocok untuk anak muda yang suka berpetualang dan menikmati gaya hidup yang dinamis.
  • Volvo
    • Volvo memposisikan dirinya sebagai mobil yang aman dan dapat diandalkan, menargetkan konsumen yang mengutamakan keselamatan keluarga. Brand ini tidak hanya menjual mobil, tetapi juga menjual rasa aman dan kepercayaan kepada pengemudi dan penumpangnya.

Kesimpulan Positioning adalah proses marketing strategis yang melibatkan pemahaman yang mendalam tentang audiens dan pesaing, serta menciptakan citra yang jelas di benak konsumen. Dengan positioning yang tepat, kamu bisa memastikan bahwa produk atau merek kamu memiliki tempat yang khusus di hati konsumen, yang akan membantu meningkatkan daya saing di pasar.


Berikut adalah contoh bagaimana positioning dapat diterapkan pada produk pakaian olahraga milik Kang Mursi.

Contoh Positioning Kang Mursi: Pakaian Olahraga

1. Menentukan Keunggulan Kompetitif (Competitive Advantage):

  • Kang Mursi menawarkan pakaian olahraga yang dirancang dengan material berkualitas tinggi, tahan lama, dan nyaman digunakan untuk berbagai aktivitas fisik. Keunggulannya ada pada desain yang modern dan fungsional, serta teknologi kain yang menyerap keringat dengan cepat.
  • Keunggulan lainnya: Pakaian ini juga diposisikan sebagai pilihan yang cocok untuk semua kalangan, baik untuk atlit profesional maupun individu yang baru memulai aktivitas olahraga.

2. Kenali Audiens dan Kebutuhan Mereka:

  • Audiens yang disasar: Pria dan wanita berusia 18-40 tahun yang aktif berolahraga, mulai dari pemula hingga yang sudah berpengalaman. Mereka membutuhkan pakaian olahraga yang tidak hanya nyaman tetapi juga stylish dan tahan lama.
  • Kebutuhan audiens: Mereka mencari pakaian yang mendukung performa olahraga mereka, nyaman digunakan dalam aktivitas fisik intens, dan tahan lama meski sering dicuci.

3. Menentukan Nilai yang Ditawarkan (Value Proposition):

  • Value Proposition Kang Mursi: “Pakaian olahraga dengan desain modern dan material terbaik, memberikan kenyamanan maksimal dan meningkatkan performa olahraga Anda.”
  • Alasan konsumen memilih Kang Mursi: Produk ini menawarkan kualitas yang setara dengan merek internasional namun dengan harga yang lebih terjangkau dan lebih cocok untuk masyarakat lokal.

4. Pernyataan Positioning yang Jelas:

  • “Untuk individu yang aktif dan peduli dengan kenyamanan saat berolahraga, Kang Mursi adalah merek pakaian olahraga yang memberikan kenyamanan maksimal dengan desain fungsional dan modern, sehingga Anda bisa tampil stylish dan percaya diri saat berolahraga. Dibandingkan dengan produk lainnya, Kang Mursi menawarkan kualitas tinggi dengan harga yang lebih terjangkau.”

5. Komunikasikan Positioning Secara Konsisten:

  • Komunikasi pemasaran: Dalam iklan, media sosial, dan packaging, Kang Mursi menekankan kenyamanan dan kualitas bahan yang digunakan. Misalnya, iklan di Instagram menunjukkan atlet yang sedang berolahraga dengan pakaian Kang Mursi, dan menonjolkan bahan yang cepat menyerap keringat serta daya tahan tinggi pakaian tersebut.
  • Slogan: “Gerak Lebih Lincah, Tampil Lebih Percaya Diri – Kang Mursi, Pakaian Olahraga Berkualitas untuk Semua”

6. Uji dan Evaluasi Positioning Secara Berkala:

  • Riset pasar: Setelah diluncurkan, Kang Mursi bisa melakukan survei atau mengamati respons audiens untuk melihat apakah citra merek ini sesuai dengan yang diinginkan. Jika banyak konsumen menganggap produk Kang Mursi terlalu mirip dengan merek lain, bisa dilakukan penyesuaian positioning, misalnya menekankan aspek keberlanjutan atau penggunaan bahan ramah lingkungan.

Contoh dalam Praktik

Misalnya, sebuah kampanye pemasaran dapat dirancang dengan fokus pada audiens yang baru memulai latihan atau gym. Dalam kampanye ini, pakaian olahraga Kang Mursi diposisikan sebagai solusi bagi mereka yang ingin merasa nyaman dan percaya diri saat berolahraga tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Kamu bisa menampilkan testimoni dari konsumen yang mengatakan, “Saya baru mulai olahraga dan pakaian Kang Mursi memberikan kenyamanan luar biasa, cocok untuk latihan intens!”

Kesimpulan: Dengan positioning yang jelas, Kang Mursi bisa membangun citra sebagai merek pakaian olahraga yang tidak hanya fokus pada kenyamanan, tetapi juga memberikan nilai lebih dalam hal kualitas dan desain yang fungsional. Produk ini bisa jadi pilihan tepat bagi konsumen yang menginginkan pakaian olahraga berkualitas tinggi, nyaman, dan tetap stylish tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.

Let's Chat!