Memilih Segmen Pasar yang Akan Dijadikan Fokus.
Setelah kamu membagi pasar menjadi beberapa segmen (disebut segmentasi pasar), langkah berikutnya adalah menentukan segmen mana yang paling potensial untuk dijadikan target utama pemasaran. Proses ini disebut targeting.
Targeting membantu kamu fokus pada pelanggan yang paling mungkin tertarik dan membeli produk atau jasa yang kamu tawarkan, sehingga kamu bisa lebih efisien dalam menggunakan waktu, biaya, dan sumber daya.
Langkah-Langkah dalam Targeting
1. Evaluasi Potensi Setiap Segmen
Sebelum memilih segmen pasar tertentu, kamu perlu mengevaluasi setiap segmen berdasarkan beberapa faktor:
- Ukuran dan pertumbuhan segmen: Apakah segmennya cukup besar? Apakah sedang berkembang?
- Daya beli konsumen: Apakah konsumen dalam segmen ini memiliki kemampuan untuk membeli produkmu?
- Persaingan di segmen tersebut: Seberapa ketat persaingannya?
- Kesesuaian dengan produk: Apakah produkmu relevan dengan kebutuhan segmen tersebut?
2. Menilai Kesesuaian dengan Bisnismu
Tidak semua segmen cocok dengan visi, misi, dan sumber daya perusahaanmu. Pertimbangkan:
- Apakah kamu memiliki kapasitas dan keahlian untuk melayani segmen ini?
- Apakah produkmu bisa menyelesaikan masalah atau memenuhi keinginan mereka?
- Apakah kamu bisa mengomunikasikan nilai produk dengan efektif kepada mereka?
3. Pilih Strategi Targeting
Setelah menilai semua segmen, pilih pendekatan targeting yang paling sesuai:
a. Undifferentiated Targeting (Mass Marketing)
- Menargetkan semua segmen dengan satu strategi pemasaran umum.
- Cocok untuk produk kebutuhan dasar (contoh: sabun, air mineral).
b. Differentiated Targeting (Segmented Marketing)
- Menyusun strategi berbeda untuk setiap segmen.
- Contoh: Satu perusahaan kosmetik menjual produk berbeda untuk remaja dan untuk wanita usia 30+.
c. Concentrated Targeting (Niche Marketing)
- Fokus pada satu segmen yang sangat spesifik.
- Cocok untuk bisnis kecil dengan sumber daya terbatas.
- Contoh: Sepatu khusus untuk pendaki gunung wanita.
d. Micromarketing (Individual Marketing)
- Menyesuaikan produk/layanan untuk satu individu atau lokasi tertentu.
- Contoh: Iklan yang dipersonalisasi di Instagram berdasarkan lokasi dan minatmu.
Contoh Kasus Sederhana
Misal kamu punya bisnis minuman sehat. Kamu menemukan 3 segmen dari hasil riset:
- Remaja yang suka minuman manis tapi ingin lebih sehat
- Ibu rumah tangga yang mencari minuman sehat untuk keluarga
- Atlet muda yang butuh minuman bernutrisi tinggi
Setelah evaluasi, kamu memilih segmen 3 (atlet muda) karena:
- Mereka aktif di komunitas, jadi mudah menyebarkan promosi dari mulut ke mulut.
- Mereka butuh nutrisi tinggi, dan produkmu punya kandungan sesuai.
- Kamu bisa membuat branding khusus seputar gaya hidup sehat dan atletik.
Manfaat Targeting yang Tepat
- Efisiensi biaya promosi: Fokus hanya pada audiens yang relevan.
- Pesan pemasaran lebih tepat sasaran: Mudah membuat iklan yang berbicara langsung ke kebutuhan mereka.
- Peluang konversi lebih tinggi: Karena kamu menjangkau orang yang memang butuh produkmu.
- Meningkatkan loyalitas: Karena produk terasa “dibuat khusus” untuk mereka.
Kalau kamu sudah tahu siapa targetmu, kamu bisa lanjut ke positioning, yaitu menciptakan citra produk di benak konsumen agar lebih menonjol dari kompetitor.
Contoh Targeting: Kang Mursi dan Bisnis Pakaian Olahraga
Kang Mursi adalah pengusaha UMKM dari Bandung yang memproduksi pakaian olahraga lokal dengan merek “StrongFit Wear”. Produknya mencakup jersey, celana training, jaket olahraga, dan legging.
Setelah melakukan segmentasi pasar, Kang Mursi menemukan 3 segmen utama:
- Remaja usia 15–19 tahun yang suka tampil sporty dan mengikuti tren fashion olahraga (athleisure).
- Mahasiswa dan pekerja muda usia 20–30 tahun yang rajin gym, jogging, atau ikut komunitas olahraga.
- Pria dewasa usia 35+ yang mencari pakaian olahraga simpel dan nyaman untuk aktivitas santai di akhir pekan.
Evaluasi Segmen oleh Kang Mursi
| Segmen | Ukuran Pasar | Daya Beli | Relevansi Produk | Persaingan |
|---|---|---|---|---|
| Remaja | Besar | Menengah | Tinggi | Tinggi |
| Mahasiswa/pekerja muda | Besar | Tinggi | Sangat tinggi | Sedang |
| Pria dewasa 35+ | Sedang | Tinggi | Menengah | Rendah |
Pilihan Target Pasar Kang Mursi
Kang Mursi memilih fokus pada segmen Mahasiswa dan Pekerja Muda (20–30 tahun) karena:
- Mereka punya gaya hidup aktif: nge-gym, futsal, basket, gowes, dll.
- Aktif di media sosial: lebih mudah untuk promosi digital dan influencer lokal.
- Punya daya beli tinggi, terutama yang sudah bekerja.
- Mereka peduli penampilan dan ingin terlihat keren saat olahraga.
Strategi Targeting Kang Mursi
Kang Mursi memakai pendekatan Differentiated Targeting, yaitu menyasar satu segmen utama secara spesifik:
- Desain produk: modern, minimalis, dengan warna netral dan potongan slim fit.
- Pesan promosi: “Latihan makin semangat, gaya tetap keren – bareng StrongFit Wear!”
- Media promosi: Instagram & TikTok, pakai influencer lokal seperti personal trainer atau mahasiswa aktif.
- Harga: Menengah, tapi dengan diskon bundling (beli 2 gratis 1).
Hasilnya?
- Produk Kang Mursi jadi cepat dikenal di komunitas gym dan kampus.
- Penjualan meningkat 60% dalam 3 bulan.
- Dapat testimoni positif yang memperkuat branding di kalangan anak muda aktif.
Kesimpulan
Targeting membantu Kang Mursi tidak asal jualan ke semua orang, tapi fokus pada segmen yang paling potensial dan menguntungkan. Dengan begitu, dia bisa menghemat biaya promosi, memperkuat brand, dan meningkatkan penjualan secara konsisten.