Course Content
Belajar Ilmu Marketing Untuk Pemula Sampai Sukses
0/38
Belajar Ilmu Marketing Untuk Pemula Sampai Sukses

Buka Dapur Brand Kamu: Bangun Kepercayaan Lewat Konten Behind-the-Scenes.


Apa Itu Behind-the-Scenes (BTS) Content?

Behind-the-Scenes (BTS) content adalah jenis konten yang memperlihatkan proses di balik layar dari suatu bisnis, tim, atau produk. Konten ini membawa audiens melihat sisi manusiawi dari brand — bukan hanya hasil akhirnya, tapi juga perjuangan, budaya kerja, dan nilai-nilai di baliknya.


Kenapa Konten BTS Penting?

  1. Meningkatkan Kepercayaan
    Orang cenderung percaya pada hal yang transparan. Menunjukkan proses internal membuat brand terlihat jujur dan otentik.
  2. Membangun Koneksi Emosional
    Saat audiens melihat kerja keras tim atau nilai-nilai perusahaan, mereka lebih mudah merasa terhubung secara emosional.
  3. Membuat Brand Lebih Manusiawi
    Brand bukan sekadar logo — ini tentang orang-orang di baliknya. BTS membantu menunjukkan bahwa ada manusia nyata yang berdedikasi.
  4. Memberi Nilai Tambah
    Audiens seringkali penasaran: “Gimana sih proses produksi ini?” Konten BTS menjawab rasa ingin tahu itu — dan ini menambah keunikan dari brand kamu.

Contoh Konten Behind-the-Scenes

  • Video proses produksi
    Tunjukkan bagaimana produk dibuat, mulai dari bahan baku sampai jadi.
  • Cerita tim kerja
    Perkenalkan orang-orang di balik brand: siapa mereka, apa yang mereka kerjakan, dan passion mereka.
  • Daily vlog perusahaan
    Gambaran suasana kerja sehari-hari, termasuk momen lucu atau tantangan.
  • Proses brainstorming ide
    Tampilkan potongan saat tim merancang produk, konten, atau campaign.
  • Kegagalan & perbaikan
    Ceritakan tantangan dan kesalahan — ini bisa menunjukkan ketulusan dan growth mindset brand.

Tips Membuat Konten BTS yang Menarik

  1. Jujur & Otentik
    Jangan dibuat-buat. Justru keaslianlah yang jadi daya tarik utama.
  2. Gunakan Format Visual (Foto/Video)
    Audiens lebih tertarik melihat proses lewat video pendek, reels, atau foto-foto behind the scenes.
  3. Libatkan Tim
    Ajak karyawan atau tim jadi bagian dari konten — ini juga bisa meningkatkan loyalitas internal.
  4. Cerita, Bukan Sekadar Dokumentasi
    Setiap konten harus punya alur cerita, bukan cuma potongan gambar. Misalnya: “Awalnya kami ragu, tapi setelah mencoba… inilah hasilnya.”
  5. Gunakan Caption yang Mengajak
    Tulis caption seperti: “Mau tahu kenapa kami pilih bahan X? Ini alasannya…” — bangun rasa penasaran.

Penutup

Konten Behind-the-Scenes bukan hanya soal “pamer dapur”, tapi tentang membangun hubungan yang lebih dalam dan manusiawi dengan audiens. Ketika mereka melihat kerja keras dan semangat di balik brand kamu, mereka akan lebih mudah percaya, menyukai, dan pada akhirnya, membeli.


Contoh Konten:

Judul konten (Instagram Reels/Story):
“Baju Olahraga Keren Ini Jahitannya Bukan Main — Lihat Sendiri di Balik Layar Produksi Kang Mursi!”

Isi Caption:

Banyak yang tanya:
“Kang, ini baju adem banget… Jahitannya rapi pula. Bikin di mana sih?”

Nih, biar nggak penasaran, kita ajak kamu ngintip proses produksi di workshop kecil kami di Bandung.

Mulai dari pemilihan bahan dryfit premium, proses potong pola, sampai dijahit sama Bu Lilis yang udah 15 tahun jadi tukang jahit olahraga — semua dikerjakan penuh cinta dan teliti.

Kita percaya, performa dimulai dari pakaian yang nyaman. Dan itu nggak instan.

#KangMursiSportwear #DariBandungUntukIndonesia #BehindTheScenes

Video (Deskripsi isi):

  • Cuplikan suasana workshop kecil.
  • Bu Lilis sedang menjahit sambil tersenyum.
  • Potongan kain dryfit disusun rapi.
  • Kang Mursi berdiri sambil bilang: “Kita bukan pabrik besar, tapi kualitas nggak bisa main-main.”
  • Ending: Baju jadi, dilipat, dimasukkan ke packaging khas Kang Mursi.

Penjelasan: Kenapa Konten Ini Efektif?

  1. Membangun Kepercayaan
    Orang jadi tahu bahwa produk Kang Mursi benar-benar dibuat dengan standar yang serius, bukan asal jadi.
  2. Memanusiakan Brand
    Ada tokoh nyata (Bu Lilis), suasana hangat, dan proses kerja nyata — bikin brand terasa dekat dan jujur.
  3. Menjawab Rasa Ingin Tahu Audiens
    Pertanyaan umum pelanggan dijawab lewat visual — ini membangun keterlibatan.
  4. Emosi dan Cerita
    Ada cerita kecil di balik setiap produk. Ini bikin orang merasa lebih “terhubung” dan bangga pakai produknya.
  5. Meningkatkan Brand Value Lokal
    Menunjukkan proses produksi lokal dengan kualitas tinggi bisa membangun kebanggaan dan daya tarik tersendiri.
Let's Chat!