Selamat datang dan berjumpa kembali bersama Lummatun, tempatnya kita belajar bareng kaitan dunia perdagangan, marketing online, dan Website.
Mohon maaf sebelumnya.
Langsung saja kita menuju ke pokok pembahasan, karena kami tidak suka panjang lebar.
8 Cara Membuat dan Menulis Artikel di Blog yang Baik dan Benar Bagi Pemula Agar Banyak Pengunjung
- Memahami Long Tail Keyword.
- Menyiapkan Poin Pembahasan yang Baik dan Benar.
- Memasukkan Keyword Dalam Konten Artikel Blog.
- Membuat Paragraf Artikel yang Pendek dan Singkat.
- Berinteraksi dengan Banyak Pengunjung atau Pembaca.
- Membuat Jadwal Menulis Artikel.
- Menentukan Target Menulis.
- Konsisten Pada Topik Blog.
Pembahasan.
1. Memahami Long Tail Keyword.
Semua orang yang serius mengelola Blog tentunya berlomba-lomba dan semangat membuat artikel, agar nantinya blog yang mereka kelola mampu kedatangan banyak pengunjung, dan penghasilan berupa finansial.
Tapi sadarkah Anda, kalau di sana sudah banyak blog yang topik pembahasannya sama persis dengan topik yang akan Anda bahas.
Lebih mudahnya seperti ini…
Anggap saja tujuan Anda membuat blog ingin mengupas tuntas tentang topik kesehatan. Kemudian, Anda punya rencana membuat artikel dengan kata kunci sebagai berikut:
Cara Membersihkan Telinga.
Oke..
Rencana seperti itu memang bagus, karena seseorang yang membutuhkan kata kunci tersebut sangatlah banyak.
Namun, yang akan menjadi tantangan terberat bagi Anda, adalah tidak sedikit website atau blog yang membahas kata kunci cara membersihkan telinga, bahkan ribuan orang telah membahasnya juga.
Jika Anda memaksakan diri membuat artikel menggunakan kata kunci seperti itu tanpa menggabungkan dengan kata kunci lainnya, maka sebagus apapun konten yang Anda ciptakan akan sulit muncul di halaman pertama Google, sebab persaingan yang begitu ketat.
Karenanya, Anda perlu memahami Long Tail Keyword dan mempraktikkannya.
Long tail keyword adalah kata kunci yang lebih spesifik, sehingga tingkat persaingannya tidak begitu ketat. Oleh sebab itu, artikel yang Anda buat berpotensi sanggup menduduki halaman pertama Google dengan gagahnya, dan bukan mustahil jika suatu saat nanti pengunjung mulai berdatangan berbondong-bondong.
Adapun cara termudah untuk mengetahui long tail keyword, adalah dengan memperhatikan penelusuran terkait.
Coba Anda lihat dan cermati gambar berikut

Setelah kami ketikkan kata kunci Cara Membersihkan Telinga di kolom pencarian Google, maka muncul penelusuran terkait dengan beberapa kata kunci seperti gambar di atas.
Penelusuran terkait itulah yang disebut sebagai Long Tail keyword.
Jadi, buatlah judul artikel berdasarkan long tail keyword yang Anda inginkan.
Jauh lebih baiknya jika Anda bisa menggabungkan beberapa kalimat tersebut menjadi satu kalimat.
Contoh
Cara Membersihkan Telinga yang Tersumbat Kotoran Tanpa dikorek.
Dengan begitu, judul artikel yang Anda tulis menyimpan tiga kata kunci sebagai berikut:
- Cara Membersihkan Telinga.
- Cara Membersihkan Telinga yang Tersumbat Kotoran.
- Cara Membersihkan Telinga Tanpa dikorek.
Sampai sini sudahkah Anda memahaminya?
Oke…. Semoga mudah dipahami dan mari kita lanjutkan pembahasan yang selanjutnya.
2. Menyiapkan Poin Pembahasan.
Mengumpulkan beberapa poin yang akan dibahas dapat mempermudah Anda dalam menulis di blog, dan menjadikan alur pembahasannya lebih mudah dipahami pengunjung.
Bahkan, beberapa poin yang Anda tulis dalam artikel bisa dijadikan sebagai Cuplikan Pilihan Google.
Apa itu cuplikan pilihan Google?
Tenang, dan santai karena jawabannya sudah kami siapkan.
Sekarang kembali pada contoh di atas.
Anda ingin membuat artikel
Cara Membersihkan Telinga yang Tersumbat Kotoran.
Kira-kira, apa saja alat dan langkah-langkah yang perlu disiapkan?
Jawaban dari pertanyaan itulah yang akan dijadikan poin pembahasan.
Oleh sebab itu, jauh lebih baik jika Anda memikirkan terlebih dahulu apa saja poin yang akan dibahas, supaya proses pembuatan artikelnya lebih mudah.
Dan perlu diingat…
Tambahkan juga nomor pada beberapa poin pembahasan.
Contohnya seperti gambar berikut

Memperhatikan kembali gambar di atas, kenapa Google menampilkan beberapa poin pembahasan yang disampaikan website tersebut?
Naaaaaaaaahh.,.. Itulah contoh Cuplikan Pilihan Google.
Cuplikan pilihan Google adalah Hasil penelusuran Google yang menampilkan listingan dengan cuplikan dan menjelaskan halaman muncul sebelum link ke halaman, bukan setelahnya seperti pada format standar Google.
Lebih jelasnya silahkan perhatikan penjelasan berikut yang disampaikan Google.

Bagaimana, apakah pembahasan ini sudah dipahami?
Jika belum, silahkan bertanya melalui kolom komentar yang sudah kami sediakan.
3. Memasukkan Keyword dalam Konten Artikel Blog.
Penggunaan keyword sewajarnya termasuk teknik menulis yang baik dan benar agar tulisannya tidak kaku dibaca.
Bahkan, konten yang Anda buat sulit menjadi Cuplikan Pilihan Google apabila sering mengulang kalikan keyword.
Oleh karena itu, buatlah keyword secukupnya saja.
Contoh
Berikut ini Cara Membersihkan Telinga yang Tersumbat Tanpa dikorek.
- Poin Pertama.
- Poin Kedua.
- Poin Ketiga.
- Poin Keempat.
- Poin Kelima.
4. Membuat Paragraf yang Pendek.
Gaya saat menulis di blog harus dibedakan dengan gaya penulisan di buku, karena kita perlu mempertimbangkan siapa pembacanya.
Berhubung kebanyakan pengunjung blog sering menggunakan Smartphone, yang permukaannya relatif lebih kecil dibanding tablet, komputer, dan buku, maka sangat disarankan ketika Anda membuat paragraf tidak melebihi dari tiga kalimat supaya pembaca lebih nyaman dan mudah memahaminya.
Idealnya, pembuatan paragraf di blog cukup dua kalimat.
5. Interaksi Dengan Pengunjung.
Menulis di blog jangan disamakan ketika Anda membuat artikel karya ilmiah, seperti makalah, skripsi atau sejenisnya.
Artinya, Anda perlu berinteraksi dengan pengunjung supaya suasana membacanya lebih hidup, dan tidak membosankan.
Bagaimana caranya?
Mudah, Anggap saja Anda sedang ngobrol bersama teman, atau sedang berhadapan banyak orang.
Anda yang berbicara, dan mereka yang mendengarkan.
Kami pribadi pun seperti itu.
Saat menuliskan panduan ini kami menganggap sedang mengobrol dengan Anda. Oleh sebab itu, Anda jangan heran kalau dalam tulisan ini banyak sekali pertanyaan.
6. Membuat Jadwal Menulis Artikel.
Yang kami rasakan, membuat artikel bukanlah perkara mudah. Mungkin, Anda juga merasakan hal yang sama.
Terlebih, jika masih tahap belajar menulis. Menyelesaikan satu paragraf saja pusingnya sampai tujuh keturunan.
Oleh sebab itu, buatlah jadwal untuk menyelesaikannya.
Anggaplah, dalam satu artikel terdapat lima poin pembahasan. Jadi, dalam waktu sehari atau dua hari diusahakan agar artikel tersebut sudah selesai.
Semisal, jam 7 sampai 8 pagi menyelesaikan satu poin pembahasan. Jam 2 siang melanjutkan poin yang kedua, dan seterusnya.
Dengan begitu, proses pembuatannya terasa lebih mudah, dan hasilnya bisa maksimal.
7. Menentukan Target Menerbitkan Tulisan.
Artikel termasuk konten utama dalam dunia blog atau website. Kalau diibaratkan, rumah kosong yang tidak ada apapun didalamnya bagaikan blog tanpa artikel.
Oleh sebab itu, buatlah target untuk menerbitkannya.
Semisal, dalam waktu satu minggu Anda harus menerbitkan satu artikel. Mantap markotop lagi jika Anda mampu menerbitkan tiga atau lima artikel dalam waktu seminggu.
Intinya…
Semakin banyak artikel yang diterbitkan, maka berpotensi besar pula bagi Anda untuk mendapatkan banyak pengunjung.
8. Konsisten Pada Topik Blog.
Taktik berikutnya ketika menulis di blog adalah konsisten dengan satu topik, karena hal tersebut dapat menumbuhkan kesetiaan pengunjung.
Coba Anda perhatikan Blog yang pembahasannya campur aduk. Topik kesehatan, tutorial Android, website, pertanian, dan topik lainnya ditulis semuanya dalam satu Blog.
Kami yakin, Anda tidak mau menjadi pengunjung dan pembaca setianya.
Beda halnya jika Anda menjumpai Blog, yang pembahasannya konsisten dan fokus.
Semisal, Anda ingin mempelajari Bahasa Inggris. Tentunya, Anda mencari website atau blog yang khusus membahas tentang pembelajaran Bahasa.
Dan kami yakin, Anda akan sering berkunjung kembali ke sana selama masih membutuhkan materi tentang bahasa.
Istimewanya lagi, blog yang konsisten dengan satu topik lebih mudah dipercaya pengunjung, dan profesional.
Seperti yang disepakati bersama, blog yang sudah dipercaya banyak orang akan mudah mendapatkan uang dengan cara menjual produk atau memberi pelayanan.
Sudah selesai.
Sekarang kita lanjutkan pada langkah yang lebih ekstra, yakni teknik pembuatan konten yang mampu meningkatkan penjualan.
Meskipun saat ini Anda bukan pebisnis, tapi sungguh merugi kalau pembahasannya dilewatkan begitu saja, karena Anda adalah seorang Bloggers.
7 Cara Membuat Konten Promosi yang Menarik dan Efektif untuk Meningkatkan Penjualan
- Menyiapkan Konten dengan Tiga Runtutan.
- Mempertimbangkan Relevansi Konten Promosi dengan Produk yang Anda Jual.
- Ciptakan Konten yang Aktif.
- Tukarkan Sesuatu dengan Sesuatu yang Lain.
- Lakukan Promosi Online.
- Melakukan Analisis Konten Marketing.
- Memperbaiki Kesalahan Konten.
Pembahasan.
1. Menyiapkan Konten Dengan Tiga Runtutan.
Ada dua alasan terbesar kenapa blog Anda sudah ramai pengunjung dan pembaca, tapi hanya beberapa saja yang mau melakukan pembelian. Lebih kejamnya lagi, jika belum ada yang mau membeli sama sekali.
Alasan pertama, karena konten yang Anda buat tidak tepat sasaran. Kedua, karena mereka belum percaya.
Begini saja.
Sekarang Anda sedang membaca di website kami tentang “pembuatan konten marketing.”
Seandainya kami menjual pakaian, kira-kira apakah Anda mau membeli pakaian yang kami jual itu?
Besar kemungkinan, Anda tidak mau membelinya karena yang Anda butuhkan saat ini adalah strategi pemasaran.
Itulah contoh konten yang tidak tepat sasaran.
Tapi kalau kami menjual software yang dapat membantu dan mempermudah Anda dalam melakukan promosi, apakah Anda mau membelinya?
Meskipun seperti itu, Anda belum pasti membeli Software yang kami tawarkan, karena Anda belum percaya kepada kami.
Oleh karena itu, dalam pembuatan konten marketing diperlukan tiga runtutan.
Pertama, membuat pembahasan umum yang bermanfaat bagi siapa saja yang sedang membacanya.
Kedua, memberikan solusi terhadap pembaca.
Ketiga, yakinkan pembaca agar siap membeli.
Semisal, Anda menjual alat pembersih telinga bernama Lummatun.
Ketika membuat konten, Anda pilih mana dari kedua keyword berikut?
- Cara Menggunakan Lummatun yang Baik dan Aman.
- Cara Membersihkan Telinga yang Baik dan Aman.
Bagus, jika Anda pilih keyword yang pertama, karena bisa membantu seseorang yang menggunakan produk Lummatun.
Tapi sayangnya, tidak semua orang sudah mengenal merek Lummatun. Jadi, cukup secuil saja orang yang mengunjungi dan membaca konten yang telah Anda buat.
Oleh sebab itu, buatlah konten nomor dua karena orang yang membutuhkan keyword tersebut jauh lebih banyak.
Setelah Anda memutuskan membuat konten Cara Membersihkan Telinga yang Baik dan Aman, langkah selanjutnya adalah memberi solusi kepada pembaca.
Solusi tersebut isinya tentang produk yang Anda jual.
Contoh
Cara Membersihkan Telinga yang Baik dan Aman
- Poin Pertama.
- Poin Kedua.
- Poin Ketiga.
- Poin Keempat.
- Menggunakan Lummatun.
Yang perlu Anda tahu..
Ketika pengunjung sudah membaca pembahasan yang nomor lima, mereka mulai ada ketertarikan mencoba produk Lummatun.
Disinilah, Anda harus bisa meyakinkan pembaca supaya mau membeli produk yang dipromosikan, karena sejatinya mereka masih dalam keadaan bimbang dan ragu.
Untuk menghilangkan kebimbangan dan keragu-raguan mereka, Anda bisa membuka layanan konsultasi gratis, garansi produk, atau lainnya.
Contohnya seperti berikut
Bagaimana kak, apakah kakak sudah mengerti cara menggunakan Lummatun untuk membersihkan telinga?
Jika masih bingung, langsung saja menghubungi kami. Kami siap membantu kakak dengan senang hati.
Atau, apakah kakak beranggapan kalau produk kami bukanlah produk original?
Tenang, dan dapat dipastikan bahwa semua produk kami adalah produk original. Bahkan, uang akan dikembalikan seratus persen kepada kakak kalau produk terdapat kerusakan.
2. Mempertimbangkan Relevansi Konten Promosi dengan produk yang dijual.
Mengingat kembali contoh di atas.
Kiranya sedikit sekali ketertarikan Anda membeli pakaian yang kami jual, tatkala yang Anda butuhkan saat sekarang adalah panduan marketing online, dan pembuatan konten yang mampu menjual.
Apabila kami menjual pakaian, seharusnya konten-konten yang dibuat adalah konten yang berhubungan dengan tips belanja pakaian, supaya relevan dengan produk yang kami jual.
Bukan konten semacam ini yang saat ini Anda baca.
Tujuannya bukan lain, supaya pembaca yang mengunjungi website Lummatun adalah orang yang tepat, yakni mereka yang sedang mencari pakaian.
Kesimpulannya, buatlah konten yang relevan atau masih berhubungan dengan produk yang Anda jual.
3. Ciptakan Konten yang Aktif.
Kalau membuat konten jangan seperti menulis berita, yang hanya membagikan informasi.
Tapi, buatlah konten yang aktif.
Artinya, konten yang bisa menggerakkan pembaca untuk bertindak, dan mempraktikkannya dengan mudah.
Misalnya, membuat panduan yang berhubungan dengan pemakaian produk. Cantumkan juga gambar atau video untuk mempermudah mereka memahami dan mempraktikkan isi dalam panduan tersebut.
Itulah ciri khas konten aktif yang dapat membantu pembaca menyelesaikan masalahnya.
Yang menakjubkan, konten semacam itu bisa menambah kepercayaan calon konsumen bahwa Anda termasuk pengusaha, pebisnis, dan pedagang yang profesional.
4. Tukarkan Sesuatu dengan Sesuatu yang Berharga.
Teknik berikutnya yang masih berhubungan dengan strategi marketing adalah, Anda dan pembaca konten bersedia untuk saling tukar menukar sesuatu yang berharga.
Menurut Anda, sesuatu apa yang berharga bagi Anda dari mereka.
Apakah kontak, atau uang yang mereka miliki?
Tidak ada salah jika Anda menganggap uang sebagai sesuatu yang berharga, karena sebagian kecil faktor yang menyebabkan mereka mau membeli produknya Anda adalah keadaan uangnya.
Tapi, kontak yang mereka miliki sebenarnya jauh lebih berharga bagi Anda yang berpengalaman, karena faktor terbesar yang menyebabkan mereka mau bertindak untuk melakukan pembelian adalah sebuah kepercayaan.
Seperti yang sudah kita singgung di atas.
Konten marketing dibutuhkan tiga runtutan, yakni pembahasan umum, solusi, dan kemudian meyakinkan.
Yang perlu diketahui bersama, dalam proses meyakinkan calon konsumen dibutuhkan juga kontak yang mereka miliki.
Maka dari itu, didalam konten cantumkan nomor yang mudah dihubungi pembaca. Jika ada yang menghubungi, sambutlah dengan baik, kemudian ajak mereka agar mau menyimpan nomornya Anda.
Itulah yang dimaksud dengan Tukarkan Sesuatu dengan Sesuatu yang Berharga.
Hampir lupa..
Ciptakanlah hubungan yang baik, supaya Anda dapat memperkenalkan produk kepada mereka lebih mendalam agar menambah kepercayaan dan keyakinan.
5. Mulai Lakukan Promosi.
Sebaik apapun konten yang sudah Anda buat, hal tersebut tidak ada pengaruhnya sama sekali terhadap penjualan kalau tidak diterbitkan secara publik.
Oleh sebab itu, kini saatnya menyusun strategi promosi yang tepat dan bijaksana.
Terlebih, Anda sudah mendapatkan sesuatu berharga dari mereka yang berupa nomor telepon. Besar kemungkinan, mereka juga sudah menggunakan WhatsApp, dan sekarang waktunya Anda memanfaatkan aplikasi tersebut sebagai media promosi.
Ingat..
Konten promosi tidak melulu tentang menjual produk.
Bahkan bisa berdampak negatif jika Anda terlalu sering memamerkan produk tanpa memberi solusi kepada mereka.
Intinya…
Praktikkan kembali pengetahuan yang sudah kita pelajari di sini, termasuk ketika Anda melakukan promosi di Whatsapp, Facebook, dan sejenisnya.
Lebih jelas kaitan itu dapat Anda simak teknik Bijaksana jualan di WhatsApp.
Silahkan dibaca dan semoga bermanfaat.
6. Lakukan Analisis Konten Marketing.
Sekarang Anda sudah punya konten, yang siap diterbitkan ke Google dan dipromosikan ke media sosial online.
Apakah konten tersebut sudah ada pengunjungnya?
Kalau sudah ada, pengunjung tersebut datangnya dari mana, apakah dari Google, Facebook, WhatsApp, atau lainnya?
Dengan kata kunci seperti apa ketika mereka mengunjungi kontennya Anda?
Atau bahkan, konten yang Anda buat belum ada pengunjungnya sama sekali?
Semua pertanyaan di atas akan diketahui jawabnya jika Anda melakukan analisis konten.
Perhatikan gambar berikut sebagai contohnya

Untungnya, ada tools gratis miliknya Google yang fungsinya untuk memantau dan menganalisis perkembangan konten website.
Jika blog atau website Anda dibuat dengan WordPress dan belum didaftarkan Google Analytics, silahkan simak langkah-langkahnya daftar Google Analytics.
7. Memperbaiki Kesalahan konten.
Masih ada satu lagi strategi yang layak Anda kuasai, yakni pandai menganalisis sebuah kesalahan.
Artinya, Anda harus mengetahui letak kesalahan konten dan kemudian memperbaikinya.
Semisal, konten yang Anda buat sudah banyak pengunjung, tapi hanya beberapa saja yang melakukan order.
Cari tahu apa penyebabnya.
Bisa jadi karena mereka menunggu harga diskon. Jika seperti itu, maka solusinya adalah bermain angka diskon didalam harga produk yang dicoret.
Contohnya bisa perhatikan gambar berikut:

Kesimpulannya, Anda dituntut agar mengetahui suatu kesalahan, dan mencari tahu solusi terbaik untuk mengatasinya.
Cukup sekian dan terimakasih.
