Contoh, Fungsi dan Cara Membuat Long Tail Keyword

Kata kunci atau keyword adalah kata atau frasa yang diketikkan oleh pengguna mesin pencari untuk mencari informasi yang mereka butuhkan. Dalam teknik SEO, kata kunci sangat penting karena mesin pencari menggunakan kata kunci untuk menemukan dan menampilkan halaman website yang paling relevan dengan permintaan pencarian pengguna.

Pada dasarnya, ada dua jenis kata kunci dalam SEO: kata kunci short-tail atau kata kunci pendek dan kata kunci long-tail atau kata kunci panjang.

Kata kunci short-tail terdiri dari satu atau dua kata dan biasanya lebih umum dan kompetitif. Sedangkan kata kunci long-tail terdiri dari tiga atau lebih kata dan lebih spesifik dan cenderung lebih mudah untuk diperingkat.

Dalam memilih kata kunci untuk optimasi SEO, ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan seperti relevansi, volume pencarian, tingkat persaingan, dan intensitas penggunaan di halaman web.

Dan penting untuk memilih kata kunci yang paling relevan dengan bisnis atau topik halaman web, dan juga memiliki volume pencarian yang cukup tinggi tetapi tidak terlalu banyak persaingannya.

Perbedaan antara short tail keyword dan long tail keyword.

Short tail keyword dan long tail keyword adalah dua jenis kata kunci yang berbeda dan memiliki karakteristik yang berbeda pula.

Berikut adalah perbedaan antara short tail keyword dan long tail keyword:

1. Perbedaan dalam segi Jumlah kata.

Short tail keyword terdiri dari satu atau dua kata saja, sedangkan long tail keyword terdiri dari lebih dari dua kata atau frasa yang lebih spesifik.

2. Perbedaan dalam hal Volume pencarian.

Short tail keyword biasanya memiliki volume pencarian yang lebih tinggi, sementara long tail keyword memiliki volume pencarian yang lebih rendah.

3. Perbedaan dalam Tingkat persaingan.

Karena volume pencarian yang tinggi, short tail keyword cenderung lebih bersaing ketat dalam hal peringkat SEO. Sedangkan long tail keyword, meskipun memiliki volume pencarian yang lebih rendah, lebih spesifik dan memiliki tingkat persaingan yang lebih rendah.

4. Perbedaan dalam hal Relevansi:

Long tail keyword lebih spesifik dan terkait langsung dengan topik atau niche tertentu, sehingga dapat memberikan hasil pencarian yang lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Sedangkan short tail keyword cenderung lebih umum dan dapat memberikan hasil pencarian yang lebih umum pula.

5. Perbedaan dalam segi Konversi.

Karena long tail keyword lebih spesifik, mereka cenderung menarik pengunjung yang lebih terfokus dan siap untuk melakukan tindakan atau pembelian. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan konversi dan penjualan, dibandingkan dengan short tail keyword.

Kesimpulannya, meskipun short tail keyword dapat memberikan volume pencarian yang lebih tinggi, tapi long tail keyword memiliki keuntungan dalam hal relevansi, tingkat persaingan yang lebih rendah, dan potensi konversi yang lebih tinggi.


Hubungan Antara Long Tail Keyword dan Pemasaran Konten.

Long tail keyword dan strategi pemasaran konten memiliki hubungan yang erat, karena penggunaan long tail keyword dalam konten dapat membantu meningkatkan kualitas konten.

Dalam strategi pemasaran konten, tujuannya adalah untuk menciptakan konten yang relevan dan bermanfaat bagi audiens target. Dengan menggunakan long tail keyword, konten dapat dibuat dengan lebih fokus dan spesifik untuk menargetkan kebutuhan dan keinginan audiens secara lebih tepat.

Selain itu, penggunaan long tail keyword juga dapat membantu dalam pengoptimalan artikel di mesin pencari atau SEO, karena mesin pencari dapat lebih mudah memahami konten dan mengkategorikan halaman web yang relevan dengan kata kunci yang spesifik.

Dengan mengoptimalkan konten dengan menggunakan long tail keyword, strategi pemasaran konten dapat lebih efektif dalam menarik pengunjung website yang lebih terfokus dan siap untuk melakukan tindakan atau pembelian, serta meningkatkan kemungkinan konversi dan penjualan.


Fungsi dan Contoh Long Tail Keyword.

Berikut ini beberapa fungsi dari Long Tail Keyword:

1. Meningkatkan relevansi.

Long tail keyword biasanya lebih spesifik dan terkait dengan topik atau produk tertentu, sehingga memungkinkan halaman web untuk menjadi lebih relevan dengan pencarian pengguna.

Contoh:

Lummatun adalah pemilik toko bunga yang ingin meningkatkan peringkat situs webnya di mesin pencari. Namun, persaingan untuk kata kunci umum seperti “bunga” atau “toko bunga” sangatlah tinggi dan sulit untuk bersaing.

Oleh karena itu, Lummatun memutuskan untuk menargetkan kata kunci yang lebih spesifik dan terkait dengan produk-produknya. Dia mencari kata kunci yang jarang dipakai oleh pesaing, seperti “buket bunga segar untuk pesta pernikahan” atau “buket bunga untuk hadiah ulang tahun“.

Dengan menargetkan kata kunci yang lebih spesifik dan terkait dengan produknya, Lummatun dapat meningkatkan relevansi halaman webnya dengan kata kunci yang dibutuhkan oleh calon pembeli yang mencari produk-produknya.

Selain itu, Lummatun juga memperkuat relevansi halaman webnya dengan mengoptimalkan konten halaman web dan membuat konten yang lebih informatif dan menarik tentang jenis-jenis bunga yang ia jual, cara merawat bunga, dan tips pemilihan bunga yang tepat untuk berbagai acara.

Sebab teknik tersebut, pengunjung yang tertarik dengan bunga atau yang sedang mencari informasi seputar bunga akan lebih tertarik dan terlibat dengan halaman webnya.

Akhirnya, dengan meningkatkan relevansi halaman webnya, Lummatun berhasil meningkatkan peringkat situs webnya di mesin pencari dan menarik lebih banyak lalu lintas organik ke situs webnya.

Dengan menargetkan keyword yang lebih spesifik dan memperkuat relevansi halaman webnya, Lummatun berhasil membangun otoritas domain yang lebih kuat dalam niche pasar bunga dan menarik lebih banyak pengunjung yang tertarik dengan produk-produknya.

2. Mengurangi persaingan.

Karena long tail keyword cenderung kurang populer dan kurang dicari dibandingkan kata kunci pendek atau umum, persaingan untuk mendapatkan peringkat di hasil pencarian mesin pencari biasanya lebih rendah.

Contoh:

Lummatun adalah seorang pemilik usaha kecil yang menjual produk kesehatan organik, termasuk bahan-bahan makanan sehat dan suplemen nutrisi. Dia ingin meningkatkan lalu lintas organik ke situs webnya melalui SEO, tetapi ia tahu persaingan untuk kata kunci umum seperti “makanan organik” atau “suplemen nutrisi” sangatlah tinggi.

Sebagai alternatif, Lummatun memilih untuk menargetkan kata kunci yang lebih spesifik, seperti “suplemen nutrisi organik untuk wanita hamil” atau “tepung gluten-free untuk roti sehat“.

Dengan sebab itu, dia dapat mengurangi persaingan dan memperkuat relevansi halaman webnya dengan produk-produk yang spesifik, sehingga memungkinkan pengguna mesin pencari yang mencari produk-produk kesehatan tertentu lebih mudah menemukan halaman webnya.

Selain itu, dengan menargetkan kata kunci yang spesifik, Lummatun juga dapat menarik pengunjung yang lebih terfokus dan cenderung lebih siap untuk melakukan pembelian atau tindakan tertentu, yang dapat membantu meningkatkan konversi dan penjualan.

Dalam jangka panjang, pendekatan ini dapat membantu Lummatun membangun otoritas domain yang lebih kuat dalam niche pasar produk kesehatan organik, yang dapat membantu meningkatkan lalu lintas dan penjualan secara keseluruhan.

3. Meningkatkan konversi.

Karena long tail keyword lebih terkait dengan produk atau layanan yang spesifik, mereka seringkali menarik pengunjung yang lebih terfokus dan cenderung lebih siap untuk melakukan tindakan atau pembelian.

Contoh:

Lummatun adalah seorang pengusaha online yang menjual produk kesehatan organik dan suplemen nutrisi. Dia memutuskan untuk memperluas bisnisnya ke ranah layanan konsultasi nutrisi online.

Lummatun menyadari bahwa persaingan untuk kata kunci umum seperti “konsultan nutrisi” atau “layanan konsultasi nutrisi” sangatlah tinggi dan sulit untuk bersaing.

Oleh karena itu, ia menggunakan keyword yang lebih spesifik, seperti “konsultasi nutrisi untuk wanita hamil” atau “konsultasi nutrisi untuk pengidap diabetes“.

Dengan menargetkan kata kunci yang lebih spesifik dan terkait dengan produk dan layanan konsultasi nutrisi, Lummatun berhasil menarik pengunjung yang lebih terfokus dan siap untuk melakukan tindakan atau pembelian.

Pengunjung yang datang ke situs webnya adalah orang-orang yang benar-benar membutuhkan layanan konsultasi nutrisi yang ditawarkan oleh Lummatun. Ini memungkinkan Lummatun untuk menyediakan solusi yang lebih tepat dan membantu meningkatkan konversi dan penjualan.

Dan hal tersebut membantu meningkatkan kredibilitas dan otoritas domain situs webnya dalam niche pasar layanan konsultasi nutrisi, dan membantu menarik lebih banyak pengunjung yang tertarik pada produk dan layanan yang ditawarkan oleh Lummatun.

4. Meningkatkan lalu lintas organik.

Penggunaan long tail keyword dapat membantu meningkatkan lalu lintas organik ke halaman web, terutama jika kata kunci tersebut dipasang secara strategis di konten, judul, deskripsi meta, dan tag gambar.

Ilustrasi:

Lummatun adalah seorang penjual online yang menjual produk kesehatan organik dan suplemen nutrisi.

Pertama-tama, Lummatun melakukan riset kata kunci dan menemukan beberapa kata kunci yang berkaitan dengan produk kesehatan organik dan suplemen nutrisi yang ditawarkannya. Dia kemudian memasukkan kata kunci tersebut secara strategis dalam konten, judul, deskripsi meta, dan tag gambar pada halaman webnya.

Adapun contoh kata kunci yang digunakan Lummatun adalah

  • suplemen nutrisi organik untuk kekebalan tubuh.
  • produk kesehatan organik untuk kulit.
  • suplemen nutrisi untuk meningkatkan kinerja otak.

Dia memasukkan beberapa kata kunci tersebut secara strategis dalam konten blog, deskripsi produk, dan meta deskripsi halaman webnya.

Dengan sebab itu, Lummatun berhasil meningkatkan lalu lintas organik ke halaman webnya. Hal ini terjadi, karena pengguna mesin pencari cenderung mencari kata kunci yang lebih spesifik ketika mereka mencari produk atau layanan yang spesifik, seperti yang ditawarkan oleh Lummatun.

5. Meningkatkan autoritas domain.

Dengan menargetkan beberapa long tail keyword terkait dalam konten halaman web, hal ini dapat membantu membangun otoritas domain yang lebih kuat dan lebih fokus pada topik tertentu.

Hal itu terjadi karena mesin pencari akan melihat halaman web tersebut sebagai sumber informasi yang lengkap dan terperinci tentang topik yang diulas.

Contoh, jika sebuah artikel membahas tentang “olahraga untuk menurunkan berat badan” menargetkan beberapa long tail keyword terkait seperti “olahraga untuk menurunkan berat badan di rumah” dan “olahraga untuk menurunkan berat badan bagi pemula“, maka mesin pencari akan mengetahui artikel tersebut sebagai sumber informasi yang lengkap dan terperinci tentang olahraga untuk menurunkan berat badan.

Dan perlu diketahui, konten yang terperinci dan kaya akan informasi akan membantu memperkuat relevansi halaman web dan meningkatkan kepercayaan pengunjung serta memperkuat otoritas domain situs web tersebut dalam topik yang dibahas.

Hal ini juga dapat membantu meningkatkan posisi halaman web di mesin pencari untuk kata kunci yang berhubungan dengan topik tersebut, karena mesin pencari akan melihat halaman web tersebut sebagai sumber informasi yang lebih lengkap dan terkait dengan topik yang dicari.

Bahkan, dengan membangun otoritas domain yang lebih kuat dalam topik tertentu, halaman web dapat menjadi sumber informasi yang lebih terpercaya dan menjadi pilihan utama pengunjung untuk mencari informasi atau produk terkait dengan topik tersebut.


Cara Membuat Long Tail Keyword yang Benar.

Long Tail Keyword

Berikut adalah cara membuat long tail keyword yang benar:

1. Melakukan Riset Keyword.

Lakukan riset kata kunci untuk menemukan kata kunci utama yang relevan dengan topik atau layanan yang ingin Anda optimalkan. Anda dapat menggunakan alat seperti Google Keyword Planner atau Ubersuggest untuk menemukan kata kunci dengan volume pencarian yang tinggi.

2. Memperluas kata kunci.

Perluas kata kunci utama Anda dengan menambahkan kata atau frasa tambahan yang relevan dengan topik atau layanan Anda. Misalnya, jika kata kunci utama Anda adalah “sepatu wanita“, maka kata kunci long tail yang relevan bisa menjadi “sepatu wanita untuk pesta” atau “sepatu wanita berbahan kulit“.

3. Gunakan istilah lokal.

Jika Anda ingin menargetkan pasar lokal, maka pastikan untuk menggunakan istilah lokal dalam long tail keyword Anda. Misalnya, jika Anda menjual makanan khas daerah, maka Anda bisa menggunakan istilah lokal dalam long tail keyword Anda, seperti “sate Padang terbaik” atau “rendang Palembang enak“.

4. Menggunakan bahasa alami.

Pastikan kata kunci long tail Anda terdengar alami dan mudah dimengerti oleh pengunjung website. Hindari menggunakan frasa yang terlalu rumit atau sulit dimengerti. Dan ingatlah bahwa Anda menargetkan pengunjung yang ingin menemukan informasi atau produk secara mudah dan cepat.

Mari kita lihat contoh penggunaan long tail keyword yang baik dan alami dengan menggunakan tokoh Lummatun:

Lummatun adalah seorang penjual sepatu wanita online yang ingin meningkatkan trafik organik ke situs webnya.

Dia ingin menargetkan kata kunci “sepatu wanita” untuk meningkatkan peringkat situs webnya di mesin pencari. Namun, karena kata kunci tersebut terlalu umum, Lummatun memutuskan untuk membuat long tail keyword yang lebih spesifik dan mudah dimengerti oleh pengunjungnya.

Sebagai hasilnya, Lummatun menggunakan long tail keyword seperti “sepatu wanita casual untuk musim panas” atau “sepatu wanita dengan model klasik“.

Dengan memanfaatkan frasa-frasa yang lebih spesifik dan mudah dimengerti, pengunjung website Lummatun dapat dengan mudah menemukan produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selain itu, penggunaan long tail keyword yang alami dan mudah dimengerti dapat meningkatkan kepercayaan pengunjung situs web dan membantu membangun otoritas domain yang kuat dalam mesin pencari.

5. Hindari Keyword Stuffing.

Keyword stuffing adalah praktik yang tidak etis dalam SEO yang dilakukan dengan memasukkan kata kunci atau frasa secara berlebihan dan tidak alami pada sebuah halaman web dengan tujuan untuk memanipulasi mesin pencari dan meningkatkan peringkat halaman web tersebut.

Hal ini dilakukan dengan memasukkan kata kunci secara berlebihan dalam konten, meta tag, atau bahkan dalam teks tersembunyi.

Praktik ini dilarang oleh mesin pencari karena mengurangi kualitas pengalaman pengguna. Jika mesin pencari menemukan halaman web yang melakukan keyword stuffing, mereka dapat menurunkan peringkat halaman tersebut atau bahkan menghapusnya dari hasil pencarian.

Oleh karena itu, penting untuk menghindari praktik ini dan fokus pada strategi SEO yang lebih baik dan lebih etis.

Berikut ini adalah contoh artikel yang mengandung keyword stuffing:

“Kami menjual sepatu online dengan kualitas sepatu yang terbaik. Jika Anda mencari sepatu terbaik dengan kualitas terbaik, kami adalah tempatnya.

Beli sepatu terbaik dan berkualitas hanya di toko sepatu online kami. Kami memiliki banyak pilihan sepatu terbaik dengan kualitas yang terbaik.

Dan Anda tidak akan menyesal membeli sepatu di toko sepatu online kami karena kami hanya menjual sepatu terbaik dengan kualitas yang terbaik.”

Dalam contoh di atas, penulis melakukan keyword stuffing dengan memasukkan kata kunci “sepatu terbaik” dan “kualitas terbaik” secara berlebihan dan tidak alami. Artikel tersebut jelas-jelas tidak memberikan nilai tambah atau informasi yang berguna bagi pembaca dan hanya dimaksudkan untuk memanipulasi mesin pencari.

Oleh sebab itu, mesin pencari dapat menurunkan peringkat artikel tersebut atau bahkan menghapusnya dari hasil pencarian.

6. Melakukan Evaluasi dan Pengujian.

Langkah terakhir adalah melakukan evaluasi dan pengujian untuk melihat hasilnya.

Periksa kembali apakah long tail keyword Anda sudah muncul di hasil pencarian dan apakah mendatangkan trafik organik yang relevan?

Jika tidak, maka Anda perlu menyesuaikan strategi terbaru yang lebih powerfull.

Cukup sekian dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Let's Chat!