Banyak institusi saat ini butuh pelatihan tambahan, entah itu untuk meningkatkan skill karyawan, menyiapkan siswa menghadapi ujian, atau sekadar memberi pengalaman belajar yang lebih kaya.
Kalau kamu punya kursus yang berkualitas dan bisa jadi solusi atas kebutuhan mereka, kenapa nggak coba tawarkan secara langsung?
Memang pendekatannya agak beda dibanding jualan ke individu, tapi dengan strategi yang tepat, peluang kerja sama jangka panjang bisa kamu dapatkan.
Kelebihan dan Manfaat yang bisa didapatkan.
Menjual kursus ke perusahaan atau sekolah punya banyak manfaat dibanding hanya fokus ke peserta individu.
Berikut beberapa kelebihan utama yang bisa kamu dapat:
1. Pendapatan Lebih Stabil dan Besar
Kerja sama dengan instansi biasanya dalam bentuk paket pelatihan, bukan per orang. Sekali deal, kamu bisa dapat puluhan hingga ratusan peserta. Pembayarannya pun umumnya langsung lunas atau sistem termin yang jelas.
2. Skala Bisnis Lebih Cepat Tumbuh
Dari satu perusahaan atau sekolah, kamu bisa dapat jaringan ke instansi lain lewat rekomendasi. Ini jauh lebih efektif dibanding promosi satu per satu ke individu.
3. Meningkatkan Kredibilitas dan Branding
Begitu kamu kerja sama dengan satu nama besar, itu bisa kamu tampilkan di portofolio atau promosi. Contohnya: “Telah dipercaya oleh PT XYZ dan SMA ABC”. Ini bikin calon klien lain lebih yakin.
4. Jadwal Lebih Teratur dan Terencana
Pelatihan di perusahaan atau sekolah biasanya sudah dijadwalkan jauh hari. Artinya, kamu bisa atur waktu dengan lebih rapi dibanding kelas umum yang kadang daftar mendadak atau batal sepihak.
5. Peluang Kontrak Jangka Panjang
Kalau kerja sama pertama sukses, bisa banget dilanjutkan jadi pelatihan rutin—misalnya setiap semester, atau program onboarding karyawan baru. Jadi, gak cuma sekali jalan.
6. Bisa Mengembangkan Produk Baru
Dari interaksi dengan instansi, kamu bisa tahu kebutuhan mereka yang lebih spesifik. Ini bisa jadi ide untuk mengembangkan modul pelatihan baru yang juga bisa dijual ke tempat lain.
7. Lebih Hemat Biaya Promosi
Dengan kerja sama instansi, kamu gak perlu iklan terus-menerus di media sosial. Cukup satu klien besar, hasilnya bisa setara atau bahkan lebih dari belasan peserta umum.
Cara Praktis Menjual Kursus ke Perusahaan atau Sekolah

Nah, biar lebih jelas, ini langkah-langkahnya:
1. Pahami Kebutuhan Mereka Dulu
Sebelum menawarkan apa pun, kamu perlu tahu dulu kebutuhan mereka. Misalnya:
- Sekolah mungkin butuh pelatihan tambahan untuk guru, atau kelas tambahan buat siswa (kayak bimbingan UTBK).
- Perusahaan mungkin butuh pelatihan soft skill, bahasa asing, public speaking, atau digital skill untuk karyawan.
Cara termudah: riset sederhana lewat website mereka, media sosial, atau ngobrol langsung dengan kenalan yang kerja di sana.
2. Buat Penawaran yang Relevan dan Spesifik
Jangan kirim penawaran umum. Bikin proposal yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Contoh:
- Untuk perusahaan: “Pelatihan Bahasa Inggris untuk Staf Customer Service”
- Untuk sekolah: “Kelas Intensif Persiapan SNBT untuk Kelas 12 SMA”
Tunjukkan juga manfaatnya secara langsung, misalnya: “Program ini bisa bantu meningkatkan kepercayaan diri karyawan saat berkomunikasi dengan klien asing.”
3. Siapkan Proposal yang Jelas Tapi Gak Ribet
Gunakan desain sederhana tapi profesional. Isinya cukup:
- Siapa kamu & tim pengajar
- Tujuan program
- Materi pelatihan
- Durasi & metode (online/offline)
- Biaya
- Testimoni (kalau ada)
Kalau bisa, tambahkan contoh hasil atau statistik dari kursus sebelumnya.
4. Mulai dari Jaringan Terdekat
Coba dulu tawarkan ke kenalan yang kerja di sekolah atau perusahaan. Gak harus langsung instansi besar—dari yang kecil dulu juga gak apa-apa. Pengalaman dan portofolio itu penting banget buat langkah selanjutnya.
5. Bangun Kepercayaan Lewat Uji Coba atau Gratis Sesi Awal
Kamu bisa tawarkan sesi pelatihan percobaan (trial) supaya mereka bisa lihat langsung gaya mengajarmu. Banyak perusahaan atau sekolah lebih percaya kalau sudah ngerasain dulu.
6. Jaga Komunikasi dan Profesionalisme
Setelah penawaran dikirim, follow up dengan sopan. Kalau ditolak, tetap ucapkan terima kasih dan minta izin untuk menghubungi lagi di lain waktu. Kalau diterima, pastikan kamu berikan layanan terbaik biar bisa repeat order atau direkomendasikan ke instansi lain.
7. Dokumentasikan Kerja Sama Sebagai Portofolio
Begitu kamu berhasil kerja sama dengan satu instansi, jangan lupa buat dokumentasi: foto kegiatan, testimoni, dan laporan hasil belajar. Ini penting banget buat meyakinkan calon klien berikutnya.
Kesimpulan:
Jualan kursus ke perusahaan atau sekolah memang butuh pendekatan yang lebih serius, tapi hasilnya bisa besar dan berkelanjutan. Kuncinya adalah pahami kebutuhan mereka, kasih solusi yang relevan, dan bangun kepercayaan lewat profesionalisme.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menjual Kursus
1. Tawaran Terlalu Umum dan Tidak Spesifik
Jangan kirim penawaran yang sifatnya “kami bisa ajarkan apa saja.” Instansi butuh solusi yang konkret. Tanpa contoh topik dan hasil yang jelas, penawaranmu bakal tenggelam di antara yang lain.
Solusi: Buat penawaran yang fokus, misalnya: “Pelatihan Komunikasi Efektif untuk Tim Sales.”
2. Tidak Riset Kebutuhan Instansi
Banyak yang langsung kirim proposal tanpa tahu kebutuhan atau tantangan apa yang sedang dihadapi perusahaan/sekolah tersebut.
Solusi: Cek website, sosial media, atau ngobrol dulu dengan kontak internal mereka sebelum menawarkan program.
3. Proposal Terlalu Panjang atau Ribet
Proposal yang terlalu penuh teks atau terlalu teknis bikin malas dibaca. Ingat, mereka sibuk.
Solusi: Gunakan bahasa yang jelas, poin-poin singkat, dan desain profesional. Tambahkan infografik atau ringkasan.
4. Tidak Menyediakan Opsi Uji Coba atau Demo
Instansi sering ragu karena gak tahu kualitas pengajar atau materi.
Solusi: Tawarkan trial session gratis atau mini workshop untuk menunjukkan nilai dari programmu.
5. Terlalu Fokus pada Diri Sendiri, Bukan pada Manfaat
Kalau proposalmu isinya cuma tentang keunggulan tim kamu, tanpa menekankan manfaat bagi mereka, itu jadi kurang relevan.
Solusi: Tulis dari sudut pandang mereka: “Bagaimana pelatihan ini bisa meningkatkan produktivitas tim Anda.”
6. Gak Ada Bukti atau Portofolio
Menawarkan tanpa menunjukkan track record bisa menurunkan kepercayaan.
Solusi: Sertakan testimoni, studi kasus, foto kegiatan, atau sertifikat peserta dari proyek sebelumnya (meskipun masih skala kecil).
7. Kurang Follow Up atau Terlalu Agresif
Ada yang gak follow up sama sekali, ada juga yang terlalu sering ngejar sampai bikin risih.
Solusi: Kirim follow-up sopan maksimal 2–3 kali dengan jeda waktu yang masuk akal. Kalau belum ada respon, beri ruang dulu.
8. Harga Tidak Transparan atau Tidak Fleksibel
Menawarkan harga yang tidak jelas atau terlalu kaku bisa bikin perusahaan malas melanjutkan pembicaraan.
Solusi: Beri kisaran harga dan sampaikan bahwa kamu terbuka untuk diskusi sesuai kebutuhan dan anggaran mereka.
9. Terlambat Respon atau Tidak Siap Jika Dihubungi
Kalau kamu lambat merespons saat mereka tertarik, itu bisa dianggap tidak profesional.
Solusi: Pastikan kamu atau timmu responsif, terutama selama proses penawaran.
Kesimpulan:
Menjual kursus ke instansi butuh strategi yang matang, komunikasi yang profesional, dan kesiapan untuk memberikan value. Hindari kesalahan-kesalahan ini supaya usahamu lebih dipercaya dan peluang kerja sama makin besar.
Kenapa Punya Website Sendiri Penting Saat Menjual Kursus?
1. Meningkatkan Kredibilitas
Website bikin usaha kursus kamu kelihatan lebih profesional. Saat kamu kirim penawaran ke perusahaan atau sekolah, mereka pasti akan cari tahu tentang kamu. Kalau mereka buka Google dan nemu website yang rapi, informatif, dan aktif, itu langsung jadi poin plus.
Website = kesan pertama yang meyakinkan.
2. Tempat Menampilkan Portofolio dan Testimoni
Kamu bisa pajang beberapa kursus yang pernah dilakukan, foto kegiatan, video pelatihan, dan testimoni peserta kursus sebelumnya. Ini penting banget, karena perusahaan butuh bukti bahwa kamu memang bisa dipercaya dan punya pengalaman.
3. Menyediakan Informasi Lengkap Tanpa Harus Kirim Manual
Daripada bolak-balik kirim brosur atau file PDF, cukup arahkan mereka ke website. Di sana mereka bisa lihat:
- Profil pengajar
- Daftar program kursus
- Jadwal
- Biaya
- Kontak
Lebih praktis dan cepat, kan?
4. Memudahkan Calon Klien Menghubungi Kamu
Website bisa punya fitur form kontak, tombol WhatsApp, atau live chat. Jadi sekolah atau HRD perusahaan bisa langsung reach out tanpa ribet nyari kontak kamu di tempat lain.
5. Bikin Kamu Lebih Mudah Ditemukan
Kalau websitemu dioptimalkan (SEO), perusahaan atau sekolah yang butuh pelatihan bisa nemu kamu lewat pencarian Google.
Misalnya mereka cari “kursus public speaking untuk karyawan” dan websitemu muncul di hasil pencarian. jadi kamu gak perlu capek-capek nyari mereka, mereka yang datang ke kamu.
6. Bisa Digunakan untuk Menyimpan Materi Online
Kalau kamu pakai Learning Management System (LMS), kamu bisa integrasikan langsung ke website. Ini bikin kamu selangkah lebih maju dibanding pesaing lain yang cuma ngajar via Zoom tanpa sistem jelas.
Kesimpulan:
Website bukan cuma pajangan, ini alat kerja yang bisa bantu kamu meyakinkan klien, menjangkau pasar baru, dan mempercepat proses penawaran.
Dan di dunia profesional, punya website udah jadi standar minimal. Jadi kalau kamu serius mau kerja sama dengan sekolah atau perusahaan, website kursus premium adalah investasi yang wajib dipikirkan.
Syarat dan Ketentuan Menjual Kursus Online di Lummatun.
Lummatun membuka peluang usaha bagi siapapun yang ingin mendapatkan penghasilan tidak terbatas. Kamu hanya bermodal keahlian dan pengalaman yang dimiliki.
Berikut ini syarat dan ketentuannya:
1. Materi yang dibuat murni Hasil Karya Sendiri.
Lummatun melarang keras materi yang hanya kopi paste dari website lain, atau video edukasi yang di download tanpa izin pemiliknya.
2. Materi yang tidak Menyalahi Aturan Agama dan Negara.
Lummatun tidak menerima materi kursus yang melanggar aturan agama dan negara, misalnya materi tentang cara menyadap perangkat, dan lain-lain.
3. Menyetujui Sistem Bagi Hasil yang telah ditetapkan.
Lummatun telah menetapkan sistem bagi hasil, yaitu 80 persen untuk kamu pemilik kursus, dan 20 persen untuk platform Lummatun.
Jika tertarik, silahkan hubungi Kang Mursi melalui halaman kontak yang telah disediakan. Terimakasih, dan semoga kerjasama ini bermanfaat, barokah, dan berkembang selalu.
Aamiin ya Alloh.










