Work From Home (WFH) adalah sistem kerja di mana seseorang melakukan tugas dan tanggung jawab pekerjaannya dari rumah, tanpa harus datang ke kantor secara langsung. Biasanya, aktivitas kerja dilakukan dengan bantuan perangkat seperti laptop, ponsel, dan internet untuk tetap terhubung dengan rekan kerja, atasan, atau klien.
WFH memungkinkan pekerja untuk memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam mengatur waktu, mengurangi waktu perjalanan, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman. Namun, sistem ini tetap menuntut kedisiplinan dan pengelolaan waktu yang baik agar pekerjaan tetap produktif dan berjalan sesuai target.

Dan bekerja dari rumah sudah menjadi kebiasaan baru bagi banyak orang. Aktivitas rapat online, mengerjakan tugas, dan berkolaborasi jarak jauh kini dilakukan dari ruang pribadi. Karena itulah, tempat tinggal yang kita tempati punya peran besar dalam menentukan kenyamanan dan produktivitas setiap hari. Suasana yang mendukung bisa membuat pekerjaan terasa lebih ringan dan alurnya lebih rapi.
Namun, tidak semua hunian otomatis cocok untuk aktivitas kerja jarak jauh. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar kegiatan WFH tetap berjalan lancar—mulai dari suasana lingkungan, tata ruang, sampai kenyamanan fisiknya. Dengan memahami hal-hal tersebut, kita bisa menemukan tempat tinggal yang benar-benar mendukung ritme kerja sekaligus memberikan kenyamanan untuk beristirahat.
Cara Memilih Rumah untuk Work From Home.
1. Pilih Rumah dengan Ruang Kerja yang Memadai
Pastikan ada satu ruangan yang bisa dijadikan ruang kerja tetap. Tidak harus besar, yang penting tenang dan terpisah dari area ramai seperti ruang tamu atau dapur. Ruang seperti ini akan membantu kamu lebih fokus dan tidak mudah terdistraksi.
2. Perhatikan Pencahayaan Alami
Cahaya matahari sangat membantu meningkatkan mood dan produktivitas. Rumah dengan jendela besar atau bukaan yang cukup akan membuat ruangan terasa lebih segar, tidak pengap, dan hemat listrik di siang hari.
3. Pastikan Konektivitas Internet Stabil
WFH tanpa internet stabil itu sama seperti kerja tapi nggak bisa kerja. Jadi, cari rumah yang sudah memiliki akses internet yang bagus atau berada di area yang sinyalnya kuat. Ini penting untuk meeting online, upload–download file, dan komunikasi kerja.
4. Lingkungan yang Tenang
Suara bising bisa bikin konsentrasi buyar. Pilih rumah di lingkungan yang tidak terlalu dekat dengan jalan raya besar, tempat hiburan, atau area yang sering ramai. Lingkungan yang tenang bikin kerja lebih rileks.
5. Sirkulasi Udara dan Ventilasi yang Baik
Udara yang segar bikin tubuh lebih sehat dan pikiran lebih jernih. Rumah dengan ventilasi yang cukup membuat ruangan tidak lembap dan lebih nyaman dipakai bekerja berjam-jam.
6. Tata Ruang Rumah yang Efisien
Rumah dengan layout yang rapi dan efisien akan terasa lebih lega. Ruang yang tidak terlalu sumpek atau penuh barang dapat membantu kamu tetap produktif dan mengurangi stres visual.
7. Lokasi yang Strategis
Meski WFH, kamu tetap butuh pergi ke luar rumah sesekali. Pilih lokasi rumah yang dekat dengan fasilitas penting seperti minimarket, apotek, rumah makan, atau tempat kesehatan. Jadi kamu tidak perlu buang waktu kalau butuh sesuatu mendadak.
8. Pertimbangkan Keamanan
Bekerja dari rumah berarti kamu sering membawa perangkat kerja seperti laptop, kamera, atau dokumen penting. Pastikan rumah berada di lingkungan yang aman dan memiliki sistem keamanan yang baik.
Pembahasan Penting Lainnya.
Ruang untuk Meeting Online.
Saat bekerja dari rumah, meeting online sudah menjadi bagian dari rutinitas. Karena itu, memilih rumah dengan ruang yang cocok untuk video call sangat penting. Ruangan ini tidak harus besar, tapi harus mendukung kenyamanan dan profesionalitas saat kamu tampil di layar.
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
• Background yang Rapi atau Mudah Dirapikan
Saat meeting, latar belakang sangat menentukan kesan pertama. Pilih rumah yang punya sudut ruangan dengan dinding polos atau mudah dihias sedikit agar terlihat rapi. Tidak perlu dekorasi mewah—yang penting tidak berantakan.
• Menghindari Backlight
Backlight adalah kondisi ketika cahaya dari belakang terlalu kuat sehingga wajah kamu terlihat gelap. Jadi, sebaiknya pilih lokasi yang cahaya utamanya datang dari depan atau samping, bukan dari belakang. Rumah dengan jendela atau sumber cahaya yang bisa diatur posisinya sangat membantu.
• Ruangan yang Senyap
Meeting online butuh suasana tenang agar suara kamu jelas dan tidak terganggu. Pilih rumah dengan ruangan yang jauh dari area bising seperti dapur, ruang TV, atau tempat bermain anak. Jika memungkinkan, pilih ruangan dengan pintu yang bisa ditutup rapat.
• Dekat dengan Sumber Listrik
Meeting biasanya berlangsung cukup lama, dan perangkat seperti laptop atau webcam cepat menghabiskan baterai. Ruangan yang memiliki stop kontak di dekat meja akan memudahkan kamu untuk tetap terhubung tanpa harus mengulur kabel panjang.
Dengan memiliki ruangan meeting online yang nyaman, setiap pertemuan akan terasa lebih profesional, lancar, dan tanpa gangguan. Ini juga akan meningkatkan kualitas kerja kamu secara keseluruhan ketika WFH.
Ketersediaan Stop Kontak dan Pengaturan Kabel.
Saat bekerja dari rumah, kamu pasti menggunakan beberapa perangkat sekaligus: laptop, charger HP, monitor, lampu meja, atau bahkan printer. Karena itu, rumah yang ideal untuk WFH sebaiknya punya stop kontak yang cukup dan letaknya strategis.
Stop kontak yang jumlahnya memadai akan membuat kamu lebih leluasa menata ruang kerja tanpa harus memakai terminal sambungan yang terlalu banyak. Selain itu, kamu bisa menempatkan perangkat kerja di posisi terbaik tanpa takut kabelnya nggak sampai. Penempatan stop kontak yang tepat—seperti dekat meja kerja atau di sudut ruangan—juga bikin ruang kerja lebih rapi dan aman.
Pengaturan kabel pun penting. Kabel yang berserakan bukan hanya membuat ruangan terlihat berantakan, tapi juga bisa membahayakan, misalnya tersandung atau kena air. Jadi, pastikan rumah memiliki titik listrik yang terencana dengan baik, atau setidaknya ruang kerja yang memungkinkan kamu mengelola kabel dengan rapi menggunakan cable organizer atau tray.
Kalau kamu punya akun Shopee, silahkan belanja Stop Kontak yang kami rekomendasikan.
Space Tambahan untuk Peralatan Kerja.
Saat bekerja dari rumah, kebutuhan setiap orang berbeda-beda tergantung jenis pekerjaannya. Ada yang hanya butuh laptop dan meja kecil, tapi ada juga yang memerlukan lebih banyak peralatan—seperti monitor tambahan, printer, ring light, tripod, drawing tablet, alat crafting, atau bahkan dokumen fisik yang harus disimpan rapi.
Karena itu, penting untuk memastikan ada ruang ekstra yang bisa digunakan untuk menyimpan dan menata semua perlengkapan kerja. Space tambahan ini membuat area kerja tetap rapi, tidak sumpek, dan kamu bisa menemukan barang dengan mudah tanpa harus berantakan setiap hari.
Misalnya:
- Ruang kecil di pojokan yang bisa dipasang rak.
- Lemari penyimpanan untuk alat kerja atau dokumen.
- Area meja yang cukup lebar untuk menambah monitor.
- Ruang yang tidak digunakan (seperti ruang servis atau kamar kecil) bisa dialihfungsikan menjadi ruang kerja mini.
Dengan adanya tempat khusus untuk menaruh peralatan kerja, kamu bisa bekerja lebih nyaman, produktif, dan tidak terganggu oleh barang-barang yang menumpuk. Rumah yang mendukung kerapihan seperti ini biasanya membuat suasana kerja lebih tenang dan fokus.
Kualitas Akustik atau Kebisingan Dalam Rumah.
Saat bekerja dari rumah, kebisingan adalah salah satu hal paling mengganggu dan bisa menurunkan produktivitas secara drastis. Tidak hanya suara dari luar, suara di dalam rumah pun sering jadi masalah—entah itu suara TV, langkah kaki, anak bermain, atau aktivitas dapur.
Karena itu, memperhatikan kualitas akustik rumah adalah langkah penting saat memilih tempat tinggal untuk WFH.
1. Perhatikan Ketebalan Dinding
Rumah dengan dinding yang lebih tebal cenderung lebih baik dalam meredam suara. Dinding beton atau bata biasanya jauh lebih tenang dibanding dinding gypsum tipis. Ketebalan ini membantu mengurangi suara dari tetangga, kendaraan, atau aktivitas dari ruangan lain.
2. Jarak Antar Ruangan
Pilih rumah yang memiliki jarak cukup antara ruang kerja dan area yang sering ramai, seperti ruang keluarga, dapur, atau kamar anak. Semakin jauh jaraknya, semakin sedikit suara yang akan masuk ke ruang kerjamu.
Misalnya:
- Ruang kerja di lantai atas
- Atau ruang kerja di kamar depan yang jauh dari ruang TV
Ini bisa membuat suasana lebih kondusif.
3. Hindari Ruang Kerja Dekat Sumber Suara Bising
Beberapa bagian rumah secara alami lebih berisik, seperti:
- Dekat kamar mandi (karena suara air)
- Dekat dapur
- Dekat laundry room
- Dekat jendela yang mengarah ke jalan
Jika memungkinkan, pilih ruang yang paling minim sumber suara ini.
4. Cek Kualitas Jendela
Suara dari luar sering masuk lewat jendela. Jadi, pilih rumah dengan:
- Jendela double glazing (kaca ganda)
- Bingkai jendela yang rapat dan tidak berongga
- Karet peredam yang masih menempel dengan baik
Ini sangat membantu kalau rumah berada dekat jalan raya atau area ramai.
5. Lantai dengan Material yang Tepat
Lantai kayu atau parket biasanya lebih meredam suara dibanding lantai keramik yang cenderung memantulkan suara. Kalau rumah bertingkat, pilih lantai yang tidak menimbulkan suara keras saat diinjak.
6. Gunakan Furnitur yang Membantu Meredam Suara
Kamu bisa menilai apakah ruangannya bisa diredam suaranya dengan menambahkan:
- Karpet besar
- Rak buku
- Tirai tebal
- Sofabed kecil
Benda-benda ini membantu menyerap suara dan membuat ruangan lebih nyaman digunakan untuk meeting dan bekerja.
7. Tes Suara Sebelum Memutuskan
Saat survei rumah, sempatkan diri untuk:
- Duduk diam di ruangan ±5–10 menit
- Dengarkan apakah ada suara motor, anak-anak main, musik tetangga, atau suara berdengung
- Minta orang rumah berjalan di lantai atas (jika rumah 2 lantai) untuk melihat apakah terdengar jelas
Tes sederhana seperti ini sering memberikan gambaran nyata bagaimana kualitas akustik rumah.
Dengan memperhatikan aspek-aspek di atas, kamu bisa mendapatkan rumah yang benar-benar mendukung suasana kerja yang tenang. Ini membuat pekerjaan lebih fokus, meeting online lebih profesional, dan pikiran lebih rileks sepanjang hari.
Akses Cahaya Buatan yang Baik.
Meskipun cahaya alami itu ideal untuk bekerja, kenyataannya tidak semua aktivitas selesai di siang hari. Ada kalanya kamu harus bekerja malam, lembur, atau ruanganmu memang tidak punya bukaan besar.
Di sinilah cahaya buatan jadi faktor penting untuk kenyamanan dan produktivitas saat WFH.
a. Pilih Lampu dengan Tingkat Kecerahan yang Pas
Cahaya yang terlalu redup bisa membuat mata cepat lelah dan mengurangi fokus. Sementara cahaya yang terlalu terang justru bisa menyilaukan dan membuat ruangan terasa panas.
Idealnya, kamu memilih lampu yang memiliki kecerahan sedang—cukup terang untuk membaca dokumen atau menatap layar laptop, tapi tidak membuat mata sakit.
b. Gunakan “Task Lighting” untuk Area Kerja
Task lighting adalah lampu khusus yang memang difungsikan untuk kegiatan tertentu, misalnya:
- Lampu meja kerja.
- Lampu belajar.
- Lampu klip yang bisa diarahkan.
Lampu jenis ini sangat membantu karena fokus menerangi area kerja tanpa harus menyalakan lampu utama ruangan. Selain lebih efisien listrik, pencahayaannya juga lebih nyaman untuk mata.
c. Hindari Posisi Lampu yang Menghasilkan Bayangan
Saat bekerja, terutama menulis atau menggambar, bayangan dari tangan atau objek bisa mengganggu. Jadi, pastikan posisi lampu:
- Tidak berada tepat di belakang kamu
- Tidak berada di posisi yang membuat bayangan jatuh langsung ke meja kerja
- Idealnya berada di sisi kiri untuk pengguna tangan kanan, dan di sisi kanan untuk yang kidal
Penempatan seperti ini membuat area kerja tetap terang tanpa gangguan.
d. Perhatikan Warna Cahaya Lampu
Warna cahaya juga berpengaruh besar pada mood dan produktivitas.
Ada dua jenis utama:
- Warm white (kuning hangat): enak untuk santai, tapi kurang ideal untuk fokus lama.
- Cool white (putih terang): lebih cocok untuk bekerja, karena memberi efek segar dan membantu otak tetap siaga.
Untuk ruang kerja, cool white biasanya jadi pilihan terbaik.
e. Gunakan Lampu dengan Desain yang Tidak Mengganggu
Estetika juga penting. Lampu yang terlalu mencolok, berkelip, atau mengeluarkan suara dengungan bisa membuat tidak nyaman. Pilih lampu LED berkualitas yang:
- Tidak flicker (berkedip secara halus)
- Tidak menimbulkan panas berlebih
- Hemat energi
- Tahan lama
Lampu seperti ini lebih stabil dan ramah mata.
f. Atur Pencahayaan yang Konsisten di Seluruh Ruangan
Walaupun fokus utamanya ada di meja kerja, pencahayaan ruangan secara keseluruhan juga perlu diperhatikan. Ruangan yang gelap sementara meja sangat terang bisa membuat kontras cahaya terlalu tajam, sehingga mata mudah lelah.
Idealnya, seluruh ruangan memiliki tingkat cahaya yang cukup merata.
g. Gunakan Lampu Tambahan Jika Perlu
Misalnya:
- LED strip di belakang monitor untuk mengurangi silau layar
- Floor lamp tambahan untuk menambah suasana kerja
- Ring light sederhana untuk meeting online agar wajah terlihat jelas dan profesional
Lighting tambahan seperti ini bisa membuat ruang kerja terasa lebih “siap digunakan”.
Kesimpulannya:
Akses cahaya buatan yang baik bukan hanya soal terang atau gelap, tapi bagaimana kombinasi lampu, warna cahaya, dan penempatan yang tepat dapat menciptakan ruang kerja yang nyaman, membuat mata tidak cepat lelah, dan membantu kamu bekerja lebih produktif meskipun di rumah.
Ruang Santai untuk Istirahat.
Banyak orang lupa bahwa rumah bukan hanya tempat bekerja, tapi juga tempat beristirahat. Justru karena bekerja di rumah, kamu butuh ruang santai yang benar-benar bisa membuat pikiran kembali segar. Nah, ketika memilih rumah untuk WFH, keberadaan ruang santai jadi poin penting yang sering terlewat.
1. Fungsi Ruang Santai Saat WFH
Ruang santai berfungsi untuk:
- Mengurangi stres setelah lama duduk di depan layar
- Memberikan jeda mental agar otak tidak terus bekerja
- Mencegah burnout karena batas antara kerja dan istirahat lebih tipis saat WFH
- Menjaga kesehatan fisik, seperti mengurangi ketegangan leher dan punggung
Ruang santai bisa berupa apa saja—tidak harus mewah atau luas. Yang penting, tempat itu memberi suasana berbeda dari ruang kerja.
2. Bentuk Ruang Santai yang Ideal
Saat memilih rumah, perhatikan apakah ada area yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat relaksasi. Beberapa contoh:
• Balkon atau Teras Kecil
Tempat ini cocok untuk sekadar duduk, minum teh, atau menghirup udara segar setelah sesi kerja panjang. Rumah yang punya balkon biasanya memberi efek “keluar sebentar” tanpa benar-benar keluar.
• Halaman Belakang / Taman Mini
Jika ada sedikit area hijau, itu bonus besar. Tanaman bisa menurunkan stres dan membuat suasana lebih rileks. Tidak perlu taman besar—beberapa pot tanaman pun cukup.
• Sudut Baca atau Sudut Istirahat
Jika rumah tidak punya balkon atau halaman, kamu bisa mencari ruang kosong kecil di dekat jendela untuk ditata menjadi corner santai. Cukup dengan kursi nyaman dan pencahayaan lembut.
• Ruang Keluarga yang Nyaman
Ruang keluarga yang lapang, bersih, dan tidak terlalu berisik bisa menjadi tempat untuk rehat sejenak tanpa harus meninggalkan suasana rumah.
3. Kenapa Ruang Santai Penting untuk Produktivitas?
• Memberikan Batas antara Kerja dan Hidup Pribadi
Di rumah, batas itu sering kabur. Dengan ruang santai, tubuh dan pikiran tahu kapan harus rileks dan kapan harus kembali fokus.
• Memperbaiki Mood
Sedikit waktu istirahat di tempat yang nyaman bisa membuat kamu kembali bekerja dengan pikiran lebih jernih.
• Menjaga Kesehatan Mental
WFH bisa membuat seseorang merasa “terjebak” di dalam rutinitas. Ruang santai membantu melepaskan ketegangan dan membuat hari terasa lebih seimbang.
• Meningkatkan Kreativitas
Sering kali ide justru muncul saat kita menjauh sebentar dari meja kerja. Ruang santai membantu otak menemukan ritme baru.
4. Tips Memilih Rumah dengan Ruang Santai yang Cocok
- Cari rumah yang memiliki area terbuka, walau kecil
- Pastikan ruangan mendapat cahaya alami untuk suasana yang lebih hangat
- Utamakan rumah dengan ventilasi baik, supaya udara tetap segar
- Perhatikan apakah area tersebut mudah diakses dari ruang kerja namun tetap memberikan suasana berbeda
- Pertimbangkan area yang bisa diperbaiki atau ditata ulang tanpa renovasi besar
Efisiensi Energi & Biaya.
Ketika bekerja di rumah, kamu akan menghabiskan lebih banyak waktu di dalam rumah dibanding sebelumnya. Artinya, penggunaan listrik seperti AC, kipas, lampu, laptop, dan perangkat lainnya akan meningkat.
Karena itu, memilih rumah yang efisien energi bukan hanya membuat rumah terasa lebih nyaman, tetapi juga bisa menghemat biaya listrik setiap bulannya.
a. Pencahayaan Alami yang Baik
Rumah dengan jendela besar atau bukaan yang cukup bisa mengurangi pemakaian lampu di siang hari. Cahaya matahari yang masuk:
- Membuat ruangan lebih terang tanpa bantuan lampu
- Meningkatkan mood dan fokus kerja
- Mengurangi tagihan listrik
Pilihan ideal adalah rumah yang memiliki posisi jendela di area ruang kerja atau ruang keluarga.
b. Ventilasi Udara yang Lancar
Ventilasi yang baik akan membuat udara dalam rumah tetap segar tanpa harus selalu menyalakan AC atau kipas. Manfaatnya:
- Mengurangi penggunaan perangkat pendingin
- Ruangan tidak cepat pengap meski dipakai kerja berjam-jam
- Lebih sehat karena sirkulasi udara terjaga
Rumah dengan ventilasi silang (cross ventilation) biasanya punya aliran udara yang lebih stabil.
c. Arah Rumah (Orientasi Bangunan)
Mungkin terdengar detail teknis, tapi ini sangat berpengaruh terhadap suhu dalam rumah.
- Rumah menghadap timur: mendapatkan cahaya pagi yang sejuk, tidak terlalu panas saat siang. Cocok untuk ruang kerja yang butuh kenyamanan.
- Rumah menghadap barat: biasanya lebih panas di sore hari sehingga penggunaan AC bisa lebih tinggi.
Jika memungkinkan, pilih rumah dengan orientasi yang tidak membuat ruangan cepat panas.
d. Material Dinding & Atap
Material rumah ikut menentukan seberapa panas atau dingin ruangan di dalam. Rumah dengan insulasi yang baik (misalnya dinding yang tidak terlalu tipis dan atap dengan lapisan penahan panas) bisa:
- Menjaga ruangan tetap sejuk
- Mengurangi penggunaan AC
- Membuat rumah lebih nyaman untuk WFH
e. Penggunaan Lampu Hemat Energi
Saat bekerja, kamu akan sering menggunakan lampu kerja (desk lamp) atau lampu ruangan. Pilih rumah yang sudah menggunakan lampu LED atau kamu bisa menggantinya sendiri. Lampu LED:
- Konsumsi daya jauh lebih rendah
- Lebih awet
- Tidak panas
Ini kecil, tapi sangat berpengaruh untuk pemakaian jangka panjang.
f. Perangkat Elektronik yang Efisien
Kalau rumah sudah dilengkapi AC, kulkas, atau alat elektronik lainnya:
- Pastikan memiliki label hemat energi
- Atau pilih produk yang memiliki fitur low watt
WFH membuat kita lebih sering menggunakan listrik dari berbagai perangkat, jadi perangkat hemat energi sangat membantu mengurangi biaya.
g. Ruang Kerja yang Tidak Perlu Banyak Pendingin
Ruang kerja yang kecil tapi nyaman biasanya lebih hemat energi karena:
- AC lebih cepat dingin
- Kipas angin lebih efektif
- Tidak boros listrik
Ruang kerja yang terlalu besar membuat pemakaian listrik meningkat.
h. Pemasangan Tirai atau Window Film
Jika rumah mendapatkan sinar matahari langsung terlalu kuat:
- Gunakan tirai tebal
- Atau window film penolak panas
Ini membantu ruangan tetap sejuk tanpa harus terlalu sering menyalakan AC.
i. Penghematan Biaya Jangka Panjang
Dengan memilih rumah yang efisien energi, kamu bisa menekan biaya bulanan seperti:
- Tagihan listrik
- Biaya perawatan AC
- Penggantian lampu atau perangkat elektronik
- Penggunaan air (misalnya untuk pendingin tertentu)
Semakin efisien rumahmu, semakin sedikit pengeluaran tambahan meskipun kamu bekerja dari rumah.


